Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Sawit Sumsel Ingin Penetapan Harga TBS Secara Mingguan, Kenapa?

Petani sawit di Sumatra Selatan mendorong penetapan harga tandan buah segar atau TBS dilakukan setiap minggu karena dinilai lebih adil.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  15:57 WIB
Petani Sawit Sumsel Ingin Penetapan Harga TBS Secara Mingguan, Kenapa?
Tandan buah segar - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – Petani sawit di Sumatra Selatan mendorong penetapan harga tandan buah segar atau TBS dilakukan setiap minggu karena dinilai lebih adil ketimbang penetapan harga dua mingguan.

Wakil Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Sumatra Selatan (Apkasindo) Sumsel M. Yunus mengatakan penetapan harga secara mingguan bisa lebih mencerminkan harga pasar crude palm oil (CPO) dunia.

“Penetapan harga TBS di Sumsel sekarang ini kurang berdampak bagus buat petani sawit,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (11/8/2022).

Yunus melanjutkan petani pun meminta agar perusahaan pun lebih banyak ikut dalam rapat penetapan harga TBS.

“Minimal 10 perusahaan aktif yang hadir dari 15 perusahaan yang terdaftar,” katanya.

Diketahui, rapat penetapan harga TBS digelar Dinas Perkebunan Sumsel per dua minggu. Dalam rapat itu dihadiri perusahaan, petani dan pemerintah. Hasil penetapan harga juga menjadi acuan untuk perkembangan harga TBS di provinsi tersebut.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto mengatakan pengusaha siap mengikuti kebijakan apapun dalam penetapan harga TBS.

“Kalau dari pengusaha tidak ada masalah, karena penetapan harga dua mingguan dan mingguan itu ada plus-minus. Sementara jika dihitung harga rata-rata tahunan, sebetulnya sama saja,katanya.

Sementara itu, Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian mengatakan kenaikan harga TBS usai peniadaan pungutan ekspor CPO hingga 0 persen sudah dirasakan petani, meski belum setinggi harga TBS di provinsi tetangga yang sudah lebih dari Rp2.000 per kilogram.

“Inilah perbedaan penetapan harga TBS Sumsel yang dilakukan 2 minggu sekali dibandingkan dengan provinsi penghasil sawit yang penetapan harga TBS setiap minggu,” katanya.

Namun demikian, Rudi menjelaskan ketika harga TBS jatuh pada tanggal yang sama, Sumsel masih menerima harga yang cukup tinggi, yakni Rp.1.860,48 pada periode I Juli 2022 dan Rp1.611 per kg pada periode II pada bulan yang sama.

“Perbedaan penetapan harga 2 minggu sekali ini belum menunjukkan harga rill yang berlaku minggu tanggal berjalan, tapi merupakan rata-rata penjualan 2 minggu sebelumnya,” bebernya.

Menurut Rudi, perlu persiapan yang cukup matang untuk mengakomodir usulan petani untuk penetapan harga TBS secara mingguan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tandan buah segar petani sawit ekspor cpo
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top