Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beroperasi 2023, Ini 6 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rangkaian kereta cepat Jakarta-Bandung telah dikirimkan dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022). Berikut ini 6 fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Anitana Widya Puspa dan Dany Saputra
Anitana Widya Puspa dan Dany Saputra - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  19:51 WIB
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta  Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8 - 2022) / Dok. KCIC
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8 - 2022) / Dok. KCIC

Bisnis.com, JAKARTA - Rangkaian kereta Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah dikirimkan dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022). 

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berharap pengiriman rangkaian EMU dari China ke Jakarta dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dapat berjalan dengan baik.

Meski proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menuai polemik terkait biaya yang bengkak atau cost overrun, tapi pemerintah memastikan keberlanjutan proyek tersebut. Bahkan, kereta cepat ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2023. Lantas, bagaimana perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini?

Berikut ini fakta-fakta terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB):

1. Progres proyek

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini mencapai 85 persen dan menyisakan beberapa pekerjaan terkait dengan tunnel 2, penyelesaian stasiun, dan sejumlah persoalan lainnya.

Saat ini rangkaian kereta cepat sudah dikirimkan dari China ke Indonesia. Dia berharap pengiriman rangkaian kereta oleh China Railway Rolling Stock Corporation atau CRRC bisa dikawal, khususnya pengiriman dari Tanjung Priok ke stasiun Tegalluar karena memang menghadapi jalan yang cukup sulit melewati jalan darat atau tol.

Dia mengatakan perjalanan dan proses pengiriman rangakaian kereta cepat harus dikawal agar tak terjadi kendala yang tak diinginkan.

"Kami harapkan agar pengiriman dari China ke Pelabuhan Tanjung Priok bisa berjalan lancar. Memastikan kepada member kontraktor agar pengiriman ini dikawal. Terutama dari Tanjung Priok ke Tegalluar," kata Dwiyana dalam konferensi pers daring, Jumat (5/8/2022).

Artinya, setelah tiba di Tanjung Priok, rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) ini akan melakukan perjalanan darat sekitar 160 kilometer menuju Stasiun Tegalluar, dengan melewati Tol Cikampek, Purwakarta hingga Bandung.

2. Kereta cepat pertama di Asia Tenggara

Pengiriman rangkaian kereta cepat ini menjadi yang pertama kalinya dari China ke luar negeri. Sebagai pionir kereta cepat di Asia Tenggara, kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan ditunggu masyarakat indonesia.

Seperti diketahui, Rangkaian EMU atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat proyek kereta cepat jakarta-bandung KCIC
Editor : Fitri Sartina Dewi

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top