Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Kemenhub Buka Suara Soal Rencana Insentif

Saat ini industri penerbangan tengah menyesuaikan kebijakan sejalan dengan naiknya harga avtur dunia. Hal tersebut tidak lepas dari naiknya harga minyak dunia akibat situasi geopolitik yang kini tengah mengalami eskalasi seperti di Rusia dan Ukraina.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  18:31 WIB
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Kemenhub Buka Suara Soal Rencana Insentif
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji dalam waktu dekat akan membuat keputusan terkait dengan tarif penerbangan yang melonjak serta rencana insentif bagi industri penerbangan. Pembahasan dilakukan guna menyeimbangkan antara kebutuhan keberlangsungan industri penerbangan, dan daya beli masyarakat.

"Dari sisi PNBP sedang kami olah juga. Dari sisi tarif juga  sedang kami olah insya Allah dalam waktu dekat akan ada keputusan dan arahan," ujar Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono pada webinar, Minggu (17/7/2022).

Tidak hanya itu, Nur Isnin juga mengungkap adanya kemungkinan pemberian insentif bagi para pelaku industri penerbangan.

Untuk diketahui, saat ini industri penerbangan tengah menyesuaikan kebijakan sejalan dengan naiknya harga avtur dunia. Hal tersebut tidak lepas dari naiknya harga minyak dunia akibat situasi geopolitik yang kini tengah mengalami eskalasi seperti di Rusia dan Ukraina.

Kendati tidak secara spesifik siapa tujuan pemberian insentif, Nur Isnin menyebut seluruh ekosistem penerbangan mulai dari maskapai, operator bandara, pelayanan navigasi, dan lain-lain tengah membutuhkan bantuan.

"Dari sisi insentif juga kami sedang olah. Mungkin butuh berapa hari bahkan minggu untuk ada yang bisa membantu [industri penerbangan] agar bisa survive," terangnya.

Adapun, saat ini tarif penerbangan tengah melonjak akibat adanya penyesuaian di tengah naiknya harga avtur dunia. Kemenhub telah memberikan kebijakan tuslah atau fuel surcharge bagi maskapai dalam negeri sejak April 2022.

CM Commercial Support Lion Air Group Saleh Alatas menjelaskan bahwa penyesuaian harga tiket menyusul kenaikan harga avtur tidak terelakkan. Hal itu disebabkan karena komponen biaya avtur yang memakan porsi terbesar dalam keseluruhan biaya operasional.

"Kami tentu melakukan strategi atau manuver bertahan hidup. Karena, memang komposisi bahan bakar ini sangat [besar] pada biaya operasional pesawat," terangnya.

Kenaikan tarif penerbangan menyusul melonjaknya harga avtur juga dialami oleh maskapai Susi Air milik PT ASI Pudjiastuti Aviation. Susi Pudjiastuti, pendiri Susi Air, mengatakan bahwa sampai dengan saat ini belum pernah membatalkan penerbangan kendati adanya kondisi kesulitan.

Akan tetapi, Susi tidak menampik bahwa kenaikan harga avtur ikut menyulitkan maskapai yang banyak melayani penerbangan rute perintis ini. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut mencatat bahwa komponen avtur pada pesawat model propeller (baling-baling) bisa memakan porsi HPS hingga 34 persen.

Belum lagi, tingginya biaya maintenance spare part serta tantangan transportasi dan logistik ke dan dari berbagai daerah yang dilayani membuat maskapai tersebut tertekan.

"Kemarin kita sudah tidak kuat keuangannya, ya saya terpaksa tiket perintis yang Rp250.000 saya tambah surcharge Rp100.000. Apa yang kami dapat? Seluruh KPA memberikan ancaman shutdown [tutup], ya saya bilang shutdown saja," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top