Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Respons Luhut

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Pandjaitan menyoroti harga tiket pesawat yang naik akibat lonjakan harga avtur.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  17:17 WIB
Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Respons Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) turut memantau perkembangan harga minyak dunia yang berimbas kepada lonjakan harga avtur yang menjadi tantangan bagi industri penerbangan.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan persoalan harga minyak dunia telah menimbulkan kekhawatiran tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Pembicaran terkait hal ini juga turut dibicarakannya bersama dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat.

Pasalnya, apabila kenaikan harga minyak US$200 per barel akibat Rusia mengurangi ekspor hingga 3 juta barel minyak melambungnya harga minyak dunia juga berefek domino kepada perekonomian global.

“Pemerintah sangat mencermati hal ini, kami lakukan bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Harga avtur sangat berpengaruh ke industri penerbangan. Menhub [Budi Karya Sumadi] juga hati-hati,” ujarnya dalam konferensi pers akhir pekan ini, Minggu (17/7/2022).

Luhut memaparkan kondisi penerbangan terutama ke Bali yang belakangan ini penuh menandakan pariwisata mulai pulih. Bahkan dia mengaku karena terlampau penuhnya sampai mendapatkan tiket kelas ekonomi.

Melihat kondisi penerbangan saat ini, Luhut menyambut baik kunjungan CEO AirAsia yang menyatakan minat untuk bisa menambah kapasitas penerbangan ke Indonesia. Tetapi, dia juga menyadari penambahan penerbangan tidak akan bisa berlangsung dengan cepat. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Misalnya karena para kru maskapai membutuhkan waktu untuk pelatihan kembali dan prosedur lainnya setelah sempat dirumahkan.

"Kita bilang oke tambahin, tapi pelan-pelan. Karena menambah tidak bisa cepat, di luar negeri sama saja. Karena krunya banyak yang sudah kerja yang lain. Dan kalau dia masuk, training lagi. Cabin crew juga begitu," jelasnya.

Demikian pula dengan kondisi maskapai pelat merah saat ini, yakni Garuda Indonesia. Selain banyak maskapai yang sudah dikembalikan ke lessor, emiten berkode saham GIAA tengah disehatkan. Kondisi tersebut membutuhkan waktu untuk bisa kembali pulih.

“Tapi dengan AirAsia, Batik air ditambah pesawatnya seperti yang disebutkan oleh Pak Budi akan mempengaruhi terhadap pariwisata dan penerbangan nasional,” tekannya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mejelaskan persoalan mahalnya tarif tiket pesawat sudah didiskusikan bersama dengan sejumlah pihak termasuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, Menhub Budi Karya Sumadi sudah meminta agar naiknya tarif pesawat tersebut bisa diimbangi oleh maskapai untuk menambah jumlah penerbangan

Sandi juga menyebut bahwa sejumlah maskapai seperti AirAsia, Lion grup, dan Pelita Air Services akan meningkatkan kuantitas penerbangan. Dengan demikian, diharapkan, tarif tiket pesawat bisa diturunkan dan pengelolaan bandara menjadi lebih maksimal seiring dengan peningkatan jumlah permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan avtur Harga Minyak airport tax industri penerbangan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top