Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Klaim Produksi Migas Meningkat dari Capaian 2021

Hingga akhir Mei 2022, produksi migas Pertamina telah mencapai 966 MBOEPD atau 8 persen di atas produksi 2021
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  19:35 WIB
Pertamina Klaim Produksi Migas Meningkat dari Capaian 2021
Sejumlah pekerja melakukan perawatan sumur Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengklaim capaian produksi minyak dan gas (Migas) bumi hingga Mei tahun ini telah melampaui realisasi pada 2021. Realisasi itu disebut sejalan dengan target peningkatan produksi sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya terus berusaha meningkatkan produksi migas untuk menjaga ketahanan energi nasional. Pada 2022, Pertamina menargetkan produksi migas mencapai 1.047 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) atau naik 17 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Hingga akhir Mei 2022, produksi migas Pertamina telah mencapai 966 MBOEPD atau 8 persen di atas produksi 2021,” ujar Nicke dalam keterangan resminya yang dikutip pada Kamis (7/7/2022).

Dia menyebut peningkatan produksi migas Pertamina didorong oleh pengeboran sumur yang agresif, baik sumur baru, sumur pengembangan maupun work over & well service.

Pada tahun ini, Pertamina akan mengebor lebih agresif dengan 813 sumur pengembangan atau naik 232 persen dibanding tahun lalu, 29 sumur eksplorasi atau naik 242 persen dan 26.467 work over & well service atau meningkat 161 persen.

Sementara itu, upaya optimasi performa hulu pada 2022 lainnya dilakukan Pertamina dengan reaktivasi sumur suspended, potensi eksplorasi discovery Manpatu-01 (Gas Discovery) di Mahakam dan Sungai Gelam Timur-01 (oil discovery) di Jambi serta berbagai program cost optimizatation.

“Kalau kita melihat ketahanan energi, tidak hanya melihat stok di hilir tapi yang harus kita jaga adalah produksi di hulu, karena ini digunakan sebagai feedstok bagi kilang-kilang. Jadi ketahanan energi harus kita jaga dimulai dari hulu,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas lifting migas produksi migas
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top