Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil Pertemuan The Fed, Suku Bunga Acuan Naik 0,75 Persen

The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan pada 14-15 Juni 2022 sebesar 0,75 poin. Kenaikan tertinggi sejak 1994.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  01:38 WIB
Hasil Pertemuan The Fed, Suku Bunga Acuan Naik 0,75 Persen
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat. Bloomberg - Samuel Corum
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed resmi mengerek suku bunga acuan mereka sebesar 0,75 persen.

Dilansir Bloomberg, Kamis (16/6/2022), kenaikan suku bunga ini menjadi yang terbesar sejak 1994. Kenaikan suku bunga acuan dalam jumlah besar ini sekaligus sinyal dari The Fed akan langkah agresif yang akan ditempuh untuk menahan inflasi di Amerika Serikat yang terus mendaki di luar perkirakan.

Langkah kenaikan suku bunga sebesar 0,75 persen ini membawa suku bunga The Fed dalam kisaran 1,5 persen dan 1,75 persen.

Meski demikian, kenaikan suku bunga The Fed ini diperkirakan akan terus berlanjut. Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan menjadi 3,4 persen pada akhir tahun,

Selain menaikkan suku bunga, The Fed menyebutkan akan menyusutkan neraca besar-besaran. Dari semula US$47,5 miliar per bulan menjadi US$95 miliar pada bulan September 2022 mendatang.

“Komite sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.”

Hasil pertemuan para gubernur bank sentral di Amerika Serikat itu juga merevisi prospek ekonomi mereka. Diperkirakan ekonomi akan lebih bergejolak saat otoritas berusaha menjinakkan inflasi yang telah melonjak tiga kali lipat dari target 2 persen tanpa menyebabkan resesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed suku bunga the fed the fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top