Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KTM ke-12 WTO, Ini Tujuh Isu Alot yang Harus Diputuskan Para Delegasi Dunia

onferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) di Jenewa, Swiss, yang sedianya ditutup Rabu (15/6/2022) waktu setempat, diundur menjadi Kamis (16/6/2022) sore. Terdapat tujuh isu yang dibahas mendalam untuk memperlancar arus pedagangan dunia.
Maria Yuliana Benyamin
Maria Yuliana Benyamin - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  23:56 WIB
KTM ke-12 WTO, Ini Tujuh Isu Alot yang Harus Diputuskan Para Delegasi Dunia
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JENEWA - Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) diharapkan membuat sejumlah kesepakatan konkret di tengah meningkatnya ketidakstabilan arus barang dan jasa secara global. 

KTM ke-12 WTO saat ini tengah berlangsung di Jenewa, Swiss. Pertemuan tingkat menteri itu telah digelar sejak Minggu (13/6/2022). Diperkirakan, pertemuan akan diakhiri pada Kamis (16/6/2022) petang. Jadwal penutupan ini mundur sehari dari rencana semula pada Rabu (15/6/2022) waktu setempat. 

Terdapat tujuh isu penting yang dibahas dalam berbagai perundingan oleh anggota WTO, yakni, Pertama, WTO Response to the Pandemic. Para anggota WTO sepakat bahwa pandemi merupakan isu yang menjadi concern bersama. Oleh karena itu, anggota WTO mengharapkan outcome mengenai peran WTO dalam menghadapi pandemi pada KTM ke-12 WTO. Pembahasan ini terkait Ministerial Declaration on WTO Response to the Covid-19 Pandemic. Konsep ini mencakup respons atas pada pandemi saat ini dan kesiapsiagaan pandemi di masa datang.

Kedua, TRIPS Waiver. TRIPS Waiver merupakan salah satu proposal yang dibahas di WTO untuk mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19. Isu tersebut diprakarsai oleh India dan Afrika Selatan pada 2 Oktober 2020. Proposal ini mendorong negara anggota khususnya negara berkembang dapat mengambil peran untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan hambatan terkait Kekayaan Intelektual pada medical products guna menjamin rantai suplai global. Hal yang ditangguhkan yaitu hak cipta, desain industri, paten dan perlindungan informasi yang tidak diungkapkan untuk penanganan pandemi. Ini mencakup komponen, metode dan sarana pembuatan produk kesehatan dan teknologi Covid-19.

Ketiga, Food Crisis. Setidaknya ada tiga hal penting yang menjadi substansi dari isu tersebut, yakni deklarasi menteri terkait perdagangan dan keamanan pangan, kesepakatan menteri terkait pertanian, deklarasi menteri terkait larangan ekspor atau pembatasan ekspor terhadap foodstuffs yang diperoleh oleh World Food Programme (WFP) untuk tujuan non-commercial. 

Keempat, Reformasi Pertanian. Tiga pilar dalam isu tersebut adalah Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH), Special Safeguard Mechanism (SSM), dan Domestic Support.  

Kelima, Subsidi Perikanan. Pembahasan subsidi perikanan di WTO dilatarbelakangi desakan lembaga multilateral lainnya ke WTO untuk mengatur pemberian subsidi global perikanan tangkap yang menyebabkan overfishing dan overcapacity (OFOC) perikanan dunia. 

Keenam, Moratorium Bea Masuk atas Transmisi Elektronik. Work Programme on Electronic Commerce pertama kali dibentuk pada KTM ke-2 tahun 1998 dengan diadopsinya The Declaration on Global Electronic Commerce. WPE dibentuk untuk mengeksplorasi pembahasan aspek-aspek yang terkait dengan e-commerce. 

Ketujuh, Reformasi WTO. Pembahasan isu WTO Reform dimulai pasca KTM ke-11 WTO di Buenos Aires, Argentina, di mana beberapa anggota WTO terutama dari negara maju tidak puas atas fungsi-fungsi WTO yang kurang efektif. 

“Kemungkinan tidak semua isu yang menjadi substansi KTM ke-12 disepakati oleh anggota. Mungkin hanya beberapa saja,” ujar Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono kepada Bisnis, Rabu (15/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sidang WTO WTO
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top