Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bahan Bakar Gas Naik Jadi Rp4.500, Ini Kata PGN (PGAS)

Harga jual bahan bakar gas (BBG) naik Rp1.400 dari harga sebelumnya Rp3.100 per lsp menjadi Rp4.500 per lsp. Harga jual tersebut berlaku sejak 1 Mei 2022. 
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  13:16 WIB
Kendaraan berbahan bakar gas mengantri di SPBG Mampang, Jakarta (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Kendaraan berbahan bakar gas mengantri di SPBG Mampang, Jakarta (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk menaikkan harga jual bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi menjadi Rp4.500 per liter setara premium (lsp). 

Harga BBG Rp4.500 ini naik Rp1.400 dari harga sebelumnya Rp3.100 per lsp. Harga jual tersebut berlaku sejak 1 Mei 2022. 

Keputusan ini tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 82 Tahun 2022 tentang Harga Jual Bahan Bakar Gas yang digunakan untuk Transportasi. 

Pada beleid itu, Kementerian ESDM mengatakan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2932 K/12/MEM/2010 tentang Harga Jual Bahan Bakar Gas yang Digunakan Untuk Transportasi di Wilayah Jakarta sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini sehingga perlu dilakukan penyesuaian.

“Harga jual bahan bakar gas yang digunakan untuk transportasi pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebesar Rp4.500 untuk tiap satu liter setara premium (lsp) termasuk pajak-pajak,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif pada beleid tersebut dikutip Selasa (10/5/2022).

Jenis bahan bakar gas yang dimaksud adalah Compressed Natural Gas (CNG) yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor untuk transportasi jalan.

Division Head Corporate Corporate Communication PGN (PGAS) Krisdyan Widagdo Adhi menyebutkan, kenaikan harga bahan bakar gas untuk transportasi tersebut tidak berdampak signifikan bagi perusahaan.

“Yang diputuskan pada kenaikan BBG itu hanya untuk sektor transportasi, jumlahnya tidak signifikan karena konsumsi [bahan bakar gas] untuk sektor ini hanya 0,14 persen atau sekitar 37 ribu mmbtu/bulan dari keseluruhan konsumsi distribusi gas PGN,” kata Dodo kepada Bisnis, Selasa (10/05/2022).

Dodo mencatat, hingga Maret 2022, total pelanggan PGN telah mencapai 750.660 pelanggan dengan perincian 746.307 rumah tangga, 2.446 industri dan komesial, serta 1.907 pelanggan kecil.

Sementara itu, di sektor transportasi, jumlah pelanggan BBG mencapai 2.000 pelanggan per hari, baik yang mengisi bahan bakar melalui SPBG maupun Mobile Refueling unit (MRU).

“Untuk sektor transportasi didominasi oleh bus, angkot, bajaj, dan taksi,” jelasnya.

Menurut Dodo, kebijakan tersebut berguna untuk menjaga keekonomian badan usaha gas bumi di sektor transportasi/SPBG.

“Harganya [BBG] pun masih lebih bersaing daripada BBM subsidi/penugasan,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga triwulan I 2022, PGN berhasil mencatatkan Laba bersih sebesar US$118,5 juta (atau Rp1,7 Triliun, dengan kurs IDR/USD: Rp14.345) dengan kinerja volume niaga gas mencapai 915 BBTUD, sedangkan untuk volume transmisi triwulan I 2022 adalah sebesar 1.325 MMSCFD.

Peningkatan volume lifting minyak dan gas di triwulan I 2022, meningkat menjadi 25.557 BOEPD. Adapun transportasi minyak juga menunjukkan kenaikan kinerja yang sangat signifikan yang mencapai 2,1 MMBOE. Demikian juga kinerja LPG processing mencapai sebesar 139 Ton per hari.

PGN akan fokus dalam pengembangan utilisasi gas bumi yang ramah lingkungan di masa transisi energi menuju energi terbarukan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi bbg
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top