Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

One Way Tidak Mempan, Macet Panjang Terjadi Arah Tol Palimanan

Rekayasa one way di Tol Kalikangkung KM 414 hingga ruas tol Cikampek KM 47 tidak mampu mengurai kepadatan lalu lintas, salah satunya di ruas Tol Pejagan, Jawa Tengah
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  20:23 WIB
One Way Tidak Mempan, Macet Panjang Terjadi Arah Tol Palimanan
Kemacetan yang terjadi setelah Pintu Gerbang Tol Pejagan menuju Pintu Tol Palimanan, Cirebon, Jumat (6/6/2022) - Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia / Nyoman Ary Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Ribuan kendaraan terjebak kemacetan setelah keluar dari Pintu Gerbang Tol Pejagan menuju arah Pintu Tol Palimanan, Cirebon.

Meskipun Kepolisian telah menerapkan rekayasa jalur one way sepanjang ruas Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga ruas tol Cikampek KM 47, nyatanya tidak sanggup mengatasi kepadatan lalu lintas kendaraan arus balik Lebaran yang sudah terjadi sejak siang tadi.

Mobil Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia yang sudah lewat Pintu Gerbang Tol Pejagan Kilometer 248 pada pukul 18.00 WIB baru bisa sampai di kilometer 240 hampir satu jam setelahnya sekitar pukul 19.00 WIB.

“Ini menuju arah pintu Palimanan, Cirebon macetnya panjang sekali puluhan kilometer,” kata Pengemudi Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia, Jumat (6/5/2022).

Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia melihat kemacetan itu salah satunya dipengaruhi oleh antrean mobil yang hendak masuk ke kawasan rest area Tol Kanci-Pejagan Kilometer 229 B. Kapasitas tampung rest area itu relatif lebih rendah sehingga antrean mobil yang hendak masuk tidak terelakkan.

Antrean mobil yang meluber hingga badan jalan itu menghalangi kendaraan-kendaraan lainnya. Di sisi lain, belasan mobil dan minibus travel terlihat menepi di pinggir jalan akibat mogok. Kondisi itu makin memperparah kemacetan di sepanjang jalur arus balik dari Pintu Gerbang Tol Pejagan menuju arah Pintu Tol Palimanan, Cirobon tersebut.

Setelah 90 menit keluar dari Pintu Gerbang Tol Pejagan Kilometer 248, Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia baru sampai di Jalur Tol Palimanan-Kanci atau Palikanci Kilometer 210 pada pukul 19.30 WIB. Sementara itu, laju kendaraan masih ditahan moderat lantaran kemacetan yang masih berlanjut di titik kilometer 208.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memperkirakan sebanyak 1,2 juta kendaraan pemudik dari arah Jawa Barat dan Jawa Tengah akan kembali ke Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Halim.

Dikutip dari ntmcpolri.info, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menyampaikan bahwa salah satu rekayasa lalu lintas yang pihaknya siapkan berada di Tol JORR. Rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan jika terjadi kepadatan kendaraan arus balik di Gerbang Tol Halim Utama.

“Apabila terjadi kepadatan di GT Halim Utama, maka arus balik pada jalur tol bawah Cikampek-Jakarta dikeluarkan ke arah Cikunir melalui Tol JORR,”ujarnya, Kamis (5/5/2022).

Tak hanya itu, rekayasa lalu lintas juga akan disiapkan di Tol Layang MBZ. Kebijakan itu akan diterapkan jika terjadi kepadatan di Tol Cikampek arah Jakarta.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Bisnis Indonesia Jelajah Lebaran 2022 dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hingga Rabu (4/5/2022). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa-Bali dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (Pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol macet lalu lintas Mudik Lebaran Arus Balik
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top