Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPKP Selamatkan Rp6,4 triliun Uang Negara Tahun Lalu

BPKP juga berkontribusi terhadap penghematan pengeluaran keuangan negara hingga Rp44,04 triliun, serta optimalisasi penerimaan negara senilai Rp3,85 triliun.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  06:35 WIB
Gedung BPKP.  - bpkp
Gedung BPKP. - bpkp

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang tahun lalu, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp6,4 triliun.

Lembaga auditor internal pemerintah itu juga berkontribusi terhadap penghematan pengeluaran keuangan negara hingga Rp44,04 triliun, serta optimalisasi penerimaan negara senilai Rp3,85 triliun.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan fokus pengawasan yang dilakukan pada 2021 mencakup program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), penanganan pandemi Covid-19, serta program bantuan sosial.

“Kita juga melakukan pengawasan terhadap distribusi dan pelaksanaan vaksinasi agar dapat tepat waktu, tepat sasaran dan akuntabel,” ujar Yusuf pekan lalu.

Adapun secara total, kontribusi hasil pengawasan yang dilakukan terhadap keuangan negara mencapai Rp54,3 triliun. Dana tersebut berhasil diamankan setelah BPKP melakukan 11.628 pengawasan dengan 16.560 rekomendasi.

Menanggapi kinerja BPKP ini, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puteri Anetta Komarudin meminta lembaga tersebut untuk terus mengamankan keuangan negara dalam rangka mencegah kebocoran anggaran.

Dia juga meminta BPKP agar memperluas jangkauan pengawasan atas perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Permintaan ini disampaikan menyusul hasil evaluasi BPKP kepada 18 pemerintah daerah yang mencatat adanya 80% program dan kegiatan yang tidak tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpkp keuangan negara Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top