Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Progres IUAE–CEPA, Indonesia dan UEA Capai Babak Akhir Negosiasi

Indonesia dan Uni Emirat Arab telah metampungkan negoisasi dagang putaran ketiga Perundingan Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE–CEPA).
Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi saat peluncuran Perundingan UAECEPA, Kamis (2/9/2021)./Kemendag
Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi saat peluncuran Perundingan UAECEPA, Kamis (2/9/2021)./Kemendag

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menyelesaikan putaran ketiga Perundingan Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE–CEPA).

Perundingan ketiga ini dilaksanakan secara hibrida pada 1–4 Februari 2022 di Semarang, Jawa Tengah.

Delegasi  Indonesia  dipimpin  Direktur  Jenderal  Perundingan  Perdagangan  Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko  Bris  Witjaksono. Sebaliknya, delegasi UEA dipimpin Assistant  Undersecretary International Trade Affairs Sector, Ministry of Economy of UAE Juma Mohammed Al Kait.

“Kedua  negara  memiliki  semangat  yang  sama  untuk  segera  menyelesaikan perundingan IUAE–CEPA dalam  kurun  waktu  satu  tahun,  sebelum  penutupan  Expo  2020  Dubai  pada  Maret  2022 mendatang. Oleh karena itu, dalam proses perundingan kedua pihak selalu berupaya untuk bersikap pragmatis dan fleksibel dalam mendorong tercapainya kesepakatan,” kata Djatmiko, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).

Djatmiko menambahkan sejak perundingan IUAE–CEPA diluncurkan pada 2 September 2021, Indonesia dan UEA telah melakukan dua kali putaran perundingan dan beberapa kali pertemuan intersesi.  

Hal ini menunjukkan upaya serius kedua pihak untuk mencapai target penyelesaian perundingan dalam kurun waktu satu tahun. Perundingan IUAE–CEPA mencakup  berbagai  isu  kerja  sama  yang  dibahas  dalam 10 kelompok kerja, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, investasi, kerja sama ekonomi, hak kekayaan intelektual, hukum dan isu kelembagaan, pengadaan barang/jasa pemerintah, serta ekonomi Islam.

Pada  putaran ketiga perundingan IUAE–CEPA  ini, Indonesia  dan  UEA berhasil  menyepakati  dan menuntaskan  pembahasan sebagian  besar cakupan  isu  IUAE–CEPA yang  meliputi kepabeanan  dan fasilitasi perdagangan, trade  remedies, investasi,  kerja  sama ekonomi, hak  kekayaan  intelektual, pengadaan  barang/jasa  pemerintah, usaha  kecil  dan  menengah, serta ekonomi  Islam.

Kedua  pihak sepakat bahwa pembahasan isu lainnya akan dituntaskan dalam waktu dekat. Kedua pihak optimistis proses  perundingan ini akan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah disepakati, serta berharap penyelesaian  perundingandapat segera diumumkan dan ditandatangani pada akhir Maret 2022.

“Apabila  perundingan CEPA dapat dituntaskan sesuai target, IUAE–CEPA akan menjadi tonggak sejarah baru sebagai  perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tercepat yang pernah diselesaikan oleh Indonesia,” sambung Djatmiko.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper