Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hub Finansial di Eropa Meluas Pasca-Brexit, Negara Mana Saja?

Brexit ternyata membuka ekosistem sektor keuangan yang lebih luas. Hub finansial di Eropa kian meluas ke Paris, Dublin, dan Frankfurt.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  19:23 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ekosistem sektor keuangan yang lintas batas justru semakin terbuka pasca-Brexit. Hub finansial di Eropa kian meluas ke Paris, Dublin, dan Frankfurt.

Sebelum Brexit, kantor pusat JP Morgan di Paris hanya mempekerjakan sekitar 250 staf. Tetapi ketika Inggris hengkang, kantor ini justru diisi oleh 800 orang setahun setelahnya. Bahkan, raksasa Wall Street ini telah menambah lini bisnis baru di Prancis, yakni perdagangan dan penjualan.

Untuk menampung para staf baru itu, perusahaan telah mengakuisisi tujuh gedung modern di belakang gedung tua yang menghadap ke restoran bertingkat di Place du Marche Saint Honore.

Hal itu menunjukkan bagaimana Paris menjadi hub perdagangan finansial nomor satu di Uni Eropa. Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc., memiliki lebih dari tiga kali lipat jumlah karyawan lokalnya sejak pemungutan suara Brexit. Bank of America Corp., telah berkembang dari 83 staf pada 2017 menjadi sekitar 500 saat ini.

"Sekarang asap Brexit mulai hilang, kami melihat bank investasi telah menuju di Paris dan Frankfurt – dekat dengan regulator – dana investasi menetap di Dublin dan Luksemburg, dan pasar saham berakhir di Amsterdam," kata Dirk Schoenmaker, profesor perbankan dan keuangan Universitas Erasmus Rotterdam, dikutip dari Bloomberg, Selasa (18/1/2022).

Namun, London masih menjadi rumah bagi 418.000 pekerjaan di sektor keuangan. Proyeksi dari EY menunjukkan bahwa Paris telah menarik sekitar 2.800 pekerja di sektor finansial dari Inggris sejak referendum pada 2016, Frankfurt sebanyak 1.800, dan Dublin mendekati 1.200.

"Setelah Covid, semua orang telah menyadari bahwa konsep bahwa orang harus [tinggal] di kota yang sama [tidak lagi berlaku]. Ketika anda tidak datang ke pub selama 18 bulan kemudian anda tetap bisa bekerja tanpa berbaur," kata CEO Euronext NV Stephane Boujnah.

Dengan demikian, ekosistem lintas batas semakin terbuka di mana perdagangan di Paris, manajemen dana di Dublin, manajemen ekuitas di Amsterdam, dan divisi hukum dan kepatuhan (dan perdagangan) di Frankfurt.

Kepala Eropa Citigroup Inc. Kristine Braden mengatakan pasar modal blok dan serikat perbankan akan membantu menyatukan berbagai hal.

Sementara itu, neraca keuangan perbankan besar di Irlandia meningkat hingga dua per tiga sejak pemungutan suara Brexit yang menandakan kepindahan lanskap keuangan Eropa.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (18/1/2022), perbankan di Irlandia di bawah Mekanisme Pengawasan Tunggal Bank Sentral Eropa (ECB) mencatatkan neraca keuangan naik dari 300 miliar euro atau setara US$342 miliar pada Desember 2015 menjadi 500 miliar euro setara US$569,50 miliar pada Juli 2021.

Hal ini seperti dilaporkan oleh Banking & Payments Federation Ireland and afiliasinya, Federation of International Banks di Irlandia pada Selasa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial uni eropa Brexit
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top