Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Brexit Inggris David Frost Undur Diri, Kecewa dengan Boris Johnson

David Frost mengatakan dia tidak senang dengan kebijakan Partai Konservatif. Dia tidak menyukai pemikiran Brexit saat ini dan menentang seluruh kebijakan pemerintah, termasuk lockdown.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  12:28 WIB
Negosiator Brexit David Frost - Istimewa.
Negosiator Brexit David Frost - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Inggris yang menangani negosiasi pasca-Brexit, David Frost akhirnya memilih mengundurkan diri karena sudah tak sejalan dengan cara pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson menangani pandemi virus corona. 

Dilansir Bloomberg pada Minggu (19/12/2021), dalam surat pengunduran dirinya, dengan kata-kata keras, David Frost mengatakan dia tidak senang dengan kebijakan Partai Konservatif. Dia tidak menyukai pemikiran Brexit saat ini dan menentang seluruh kebijakan pemerintah, termasuk lockdown.

"Kita juga perlu bejalar untuk hidup dengan Covid dan saya tahu itu juga insting anda. Saya harap kita bisa kembali ke jalur dan tidak tergoda melakukan tindakan pemaksaan seperti yang kita lihat di negara lain," tulis Frost kepada Johnson pada Sabtu malam.

Jelas terjadi perselisihan di antara keduanya. Frost menjelaskan bahwa dia meminta undur diri pada seminggu yang lalu. Namun, laporan Daily Mail tentang pengunduran diri Frost mendorongnya untuk segera mundur dari pemerintah.

Mundurnya figur terdekat Johnson ini menjadi salah satu rentetan pukulan politik bagi Perdana Menteri. Pengunduran diri ini menambah krisis di sisi Johnson yang mendapatkan kekuasaan karena berjanji akan menyelesaikan Brexit.

Sementara itu, penyerabaran virus di Inggris terus meningkat. Ahli kesehatan juga telah memperingatkan bahwa Inggris terancam mencatat kasus hingga ratusan ribu per hari.

Frost juga mengungkapkan harapannya agar kebijakan yang berlaku bisa lebih ringan dan adanya penurunan pajak.

Seorang anggota Parlemen Konservatif, Andrew Bridgen, menggambarkan kepergian Frost sebagai "momen perubahan besar" dalam sebuah wawancara dengan Times Radio.

Dia mengatakan bahwa itu adalah pukulan yang menghancurkan bagi pemerintah Johnson. Menurutnya, anggota parlemen akan mempertimbangkan masa depan Perdana Menteri pada Natal nanti.

Pada pekan yang sama, Johnson mengalami kekalahan yang memalukan dalam pemilihan khusus setelah Demokrat Liberal unggul secara mengejutkan di North Shropshire, konstituen parlemen Inggris.

Johnson juga menghadapi pemberontakan terbesar dalam masa jabatannya ketika 100 anggota parlemen menentang strateginya untuk menekan varian baru.

"Saya berharap kita akan bergerak secepat mungkin ke arah yang kita butuhkan: ekonomi kewirausahaan yang diatur dengan ringan, pajak rendah, dan kewirausahaan,” tulis Frost dalam sebuah komentar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Brexit Boris Johnson omicron
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top