Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Rel Ganda KA Solo Balapan-Kalioso Dimulai, Ini Keuntungannya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pembangunan rel ganda KA Solo Balapan - Kalioso ini dapat mengatasi kemacetan di perlintasan sebidang Simpang Joglo, Solo. 
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  17:40 WIB
maket rel layang di kawasan Joglo, Solo / Solopos.
maket rel layang di kawasan Joglo, Solo / Solopos.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan resmi memulai pembangunan rel ganda Kereta Api Solo - Semarang fase 1 segmen Solo Balapan - Kalioso sepanjang 10 kilometer spoor (Km'sp). Dari panjang fase tersebut, sekitar 1,8 Km'sp akan dibangun secara layang (elevated). 

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai ada sejumlah keuntungan dengan dibangunnya jalur KA yang disebut sebagai rel layang terpanjang di Indonesia itu.

"Yang jelas yang pertama untuk mengurai kemacetan jalan karena perlintasan sebidang maka perlu elevated rail sehingga jalan raya menjadi lebih produktif dan mengurangi kecelakaan," katanya, Selasa (11/1/2022).

Selanjutnya, apabila lokasi tersebut dekat dengan kawasan komersial dan perumahan, maka bisa didesain dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Apabila dari stasiun dekat 800 meter dengan lokasi kawasan komersial dan perumahan, dapat didesain TOD dengan titik simpul di stasiun Balapan dan Stasiun Kalioso [Karanganyar]," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga berharap pembangunan rel ganda KA Solo Balapan - Kalioso ini dapat mengatasi kemacetan di perlintasan sebidang Simpang Joglo, Solo. 

Budi menyebut, jalur kereta di Simpang Joglo ini memiliki frekuensi pergerakan kereta api yang cukup padat, karena dilintasi oleh tiga jenis kereta yaitu Kereta Jarak Jauh (penumpang dan barang), Kereta Bandara Adi Sumarmo (BIAS), dan Kereta Komuter Solo-Jogja.

Adanya Simpang Joglo ini, ujarnya, membuat headway (waktu kedatangan) kereta api menjadi lebih dari 30 menit. Dengan dibangunannya rel layang diharapkan headway kereta api turun signifikan menjadi kurang dari 15 menit.

“Lalu lintas di Simpang Joglo ini sangat padat dan menjadi titik kemacetan. Dengan adanya penataan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah lalu lintas jalan dan pergerakan kereta api,” ucapnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta, bersinergi melakukan penataan perlintasan sebidang kereta api di Simpang Joglo, Solo, Jateng.

Adapun penataan yang dilakukan yaitu pertama, pembangunan rel ganda kereta api elevated (layang) sepanjang 1,8 Km'sp yang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Desain konstruksi jembatan rel layang mengadopsi kearifan lokal yang ada kota Solo yaitu Batik Sidomukti, Pasar Klewer dan Keraton.

Proyek rel ganda KA Solo Balapan - Kalioso sepanjang 10 Km'sp, dibangun dengan biaya sekitar Rp920 miliar yang berasal dari rupiah murni dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ditargetkan, pembangunannya selesai pada akhir 2023.

Kedua, pembangunan underpass jalan nasional yang menghubungkan antara Jalan Ki Mangunsarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. 

Ketiga, pembebasan lahan jalan provinsi dan kabupaten/kota oleh Pemprov Jateng dan Pemkot Solo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai Kemenhub rel layang
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top