Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Migas Medco (MEDC) Turun 7 Persen karena PPKM

Realisasi produksi minyak dan gas bumi PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) sepanjang 9 bulan pertama tahun ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  13:39 WIB
Penampakan proyek pengembangan Lapangan gas Buntal/5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. Istimewa / Dok. SKK Migas
Penampakan proyek pengembangan Lapangan gas Buntal/5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. Istimewa / Dok. SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi produksi minyak dan gas bumi PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) sepanjang 9 bulan pertama tahun ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, realisasi produksi minyak dan gas bumi Medco pada Januari–September 2021 tercatat sebanyak 93 juta barel setara minyak per hari. Realisasi itu lebih rendah 7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Emiten berkode saham MEDC itu menyebut, rendahnya produksi migas pada tahun ini disebabkan oleh perpanjangan waktu henti pada kuartal kedua dan rendahanya permintaan gas domestik selama diberlakukannya pengetatan aktivitas masyarakat.

Namun, pada periode tersebut biaya produksi migas MEDC tercatat pada level US$9,3 per barel setara minyak.

Sementara itu, perseroan mencatat belanja modal untuk segmen migas sebesar US$31 juta digunakan untuk pengembangan beberapa proyek minyak dan gas bumi (migas) migas di South Natuna Sea Block B PSC.

Pekerjaan pengembangan itu akan berlanjut hingga 2022, dengan gas pertama di lapangan Hiu diharapkan pada kuartal II/2022, gas pertama di Proyek Belida Extension pada kuartal IV/2022 dan minyak pertama di lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan pada kuartal IV/2023.

Di samping itu, sepanjang kuartal III/2021, MEDC telah mendapatkan perpanjangan kontrak kerja sama (PSC) selama 20 tahun untuk Blok Senoro-Toili (Senoro) efektif mulai Desember 2027.

“Saya senang melaporkan satu lagi periode dengan hasil yang lebih baik. Harga komoditas tetap fluktuatif, tetapi masih pada tingkat yang baik dan permintaan gas domestik terus pulih setelah lockdown ekonomi akibat Covid-19,” ujar CEO Medco Energi Roberto Lorato dalam keterangan resminya, Senin (20/12/2021).

Dia juga menyebut, pengajuan akuisisi aset ConocoPhillips di Indonesia akan memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara, dan menghasilkan sinergi dengan operasi perusahaan di Sumatera, serta mendukung strategi perubahan iklim kami.

Sementara itu, Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan, pihaknya cukup puas dengan realisasi kinerja yang telah dicatatkan sepanjang periode tersebut.

“Saya senang melihat peningkatan kinerja MedcoEnergi dan dukungan pemangku kepentingan kami untuk perpanjangan PSC Senoro-Toili. Akuisisi Corridor kini memperkuat posisi MedcoEnergi,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco produksi migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top