Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pascamerger, Pelindo Selaraskan Bisnis Petikemas hingga Tahun 2022

Pelindo secara jangka pendek hingga 2022 berfokus dalam fase penyelarasan bisnis pascaintegrasi melalui standardisasi dan integrasi operasional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Desember 2021  |  14:38 WIB
Truk kontainer bersiap menurunkan kontainer ke dalam kawasan Terminal Peti Kemas dalam kawasan Pelindo II. - Bisnis/Anggara Pernando
Truk kontainer bersiap menurunkan kontainer ke dalam kawasan Terminal Peti Kemas dalam kawasan Pelindo II. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (persero) atau Pelindo secara jangka pendek hingga 2022 berfokus dalam fase penyelarasan bisnis pascaintegrasi melalui standardisasi dan integrasi operasional guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, penyelarasan tersebut akan dimulai dari pelabuhan peti kemas, mulai dari Ambon, Belawan, Makassar dan Sorong. Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mempercepat proses peningkatan efisiensi proses bisnis di pelabuhan, Pelindo membagi fokus bisnis melalui empat subholding.

Sejumlah pembagian tersebut di antaranya PT Pelindo Terminal Petikemas untuk klaster bisnis petikemas, PT Pelindo Multi Terminal untuk klaster bisnis nonpeti kemas, PT Pelindo Solusi Logistik untuk klaster logistik, serta PT Pelindo Jasa Maritim untuk klaster marine dan peralatan Pelabuhan.

Melalui empat subholding tersebut diharapkan, Arif meyakini Pelindo mampu lebih cekatan dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan bisnisnya. Keempat subholding ini, sebutnya, akan bersinergi untuk membangun ekosistem bisnis logistik Indonesia yang lebih baik melalui standarisasi operasional dan pelayanan kepelabuhanan.

“Dengan standarisasi proses bisnis dan pelayanan di Pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo, pengguna mendapatkan kemudahan dalam hal akses layanan operasional, antara lain dalam proses penjadwalan, penagihan, maupun transportasi,” ujarnya, Minggu (4/12/2021).

Arief menegaskan, fokus dengan pelabuhan yang terstandar di bawah satu komando, maka waktu yang dihabiskan kapal di pelabuhan relatif lebih singkat. Standarisasi pada layanan pandu, mekanisme bongkar muat kontainer hingga barang-barang pelabuhan pelabuhan inilah kedepannya diharapkan mampu berdampak pada penurunan biaya logistik secara bertahap.

Selain itu, terdapat potensi pengembangan bisnis bagi pengguna layanan melalui strategi kemitraan, serta potensi kolaborasi dengan operator pelabuhan maupun operator pelayaran, baik domestik dan global untuk peningkatan konektivitas laut.

Setelah penyelarasan, Pelindo memiliki rencana jangka menengah yakni 2023 – 2024. Dalam fase ini, pihaknya mencanangkan beberapa program ekspansi bisnis seperti pengembangan bisnis melalui strategic partnership serta kolaborasi dengan pelayaran domestik dan global untuk peningkatan konektivitas laut, serta pengembangan konektivitas dan ekosistem logistik melalui kerja sama dengan pelaku industri logistik darat.

Hingga Oktober 2021, Pelindo mencatatkan peningkatan pergerakan peti kemas sebesar 19 persen sebesar 14 juta TEUs dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada 2020 sebesar 11,8 juta TEUs. Sejalan dengan pergerakan positif peti kemas, pergerakan non peti kemas sampai dengan Oktober 2021 sebesar 135,8 juta ton, lebih tinggi 26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 107,9 juta ton.

Realisasi peti kemas dan nonpeti kemas tersebut masing-masing mencapai kurang lebih 90 persen dan 95 persen dari target pada 2021.

Operasi ini terjadi di seluruh kawasan yang dikelola oleh Pelindo, seperti peningkatan arus perdagangan ekspor dan impor melalui peti kemas internasional dan distribusi barang domestik paska pandemi.

“Tren positif ini kami harapkan terus berlanjut hingga akhir tahun nanti, khususnya jelang nataru,” tekannya


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peti kemas pelindo
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top