Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat, Oversupply Pembangkit Listrik Jawa-Bali Bisa Capai 61 Persen

PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 November 2021  |  19:48 WIB
Gawat, Oversupply Pembangkit Listrik Jawa-Bali Bisa Capai 61 Persen
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.

Executive Vice President of Electricity System Planning PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menjelaskan bahwa setidaknya akan ada penambahan 12.998 MW kapasitas listrik hingga 2026.

“Ketika [pembangkit] masuk [beroperasi], maka cadangan [listrik] mencapai 61 persen. Padahal, cadangan efektif itu 30–35 persen,” katanya dalam Indo EBTKE Conex 2021, Kamis (25/11/2021).

Peningkatan cadangan listrik itu disebut sebagai akibat dari banyaknya pembangkit listrik skala besar yang akan dibangun dan akan segera beroperasi. Dari sekitar 13 GW tersebut, 3,1 GW di antaranya dibangun oleh PLN, dan 9,9 GW sisanya berasal dari independent power producer (IPP).

Dari keseluruhan pembangkit, setidaknya ada empat pembangkit PLN yang diproyeksi selesai pada tahun ini, yakni PLTA Jatigede, PLTGU Jawa Bali 1, PLTGU Muara Karang, dan PLTU Lontar 4.

Sementara itu, pembangkit dari IPP, terdapat tiga pembangkit yang diperkirakan selesai konstruksi hingga akhir 2021. Seluruhnya adalah PLTU Jawa Tengah/Batang, PLTU Jawa-4/Tanjung Jati Bm dan PLTGU Jawa-1/Cilamaya.

Peningkatan kapasitas terpasang itu tidak diiringi dengan pertumbuhan permintaan yang signifikan. Dalam beberapa kesempatan, PLN menyebut perkiraan pertumbuhan permintaan daya listrik meleset dari target seiring dengan pandemi Covid-19 sejak 2020 di Tanah Air.

“Kondisi over supply ini telah PLN pikirkan, bagaimana mengoptimasinya untuk mendapatkan bauran EBT [energy baru terbarukan] 23 persen pada 2025,” terangnya.

 

Daftar Proyek Pembangkit Listrik Skala Besar dan Target COD (Sumber: PT PLN (Persero)

 

Pembangkit

Kapasitas (MW)

COD

PLN

3.094

PLTA Jatigede

110

2021

PLTA Upper Cisokan PS

1.040

2025

PLTGU Jawa - Bali 1

779

2021

PLTGU Muara Karang

200

2021

PLTGU Muara Tawar Add-on 2, 3, 4

650

2021 - 2022

PLTU Lontar #4

315

2021

IPP

9.904

PLTU Jawa Tengah / Batang

1.900

2021

PLTU Jawa - 1/Cirebon

924

2022

PLTU Jawa - 3/Tanjung Jati A

1.320

2025 - 2026

PLTU Jawa - 4/Tanjung Jati B

2.000

2021

PLTU Jawa 9 - 1/Suralaya

2.000

2025 - 2026

PLTGU Jawa - 1/Cilamaya

1.760

2021

Jumlah

12.998

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik pasokan listrik
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top