Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat, Oversupply Pembangkit Listrik Jawa-Bali Bisa Capai 61 Persen

PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 November 2021  |  19:48 WIB
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.

Executive Vice President of Electricity System Planning PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menjelaskan bahwa setidaknya akan ada penambahan 12.998 MW kapasitas listrik hingga 2026.

“Ketika [pembangkit] masuk [beroperasi], maka cadangan [listrik] mencapai 61 persen. Padahal, cadangan efektif itu 30–35 persen,” katanya dalam Indo EBTKE Conex 2021, Kamis (25/11/2021).

Peningkatan cadangan listrik itu disebut sebagai akibat dari banyaknya pembangkit listrik skala besar yang akan dibangun dan akan segera beroperasi. Dari sekitar 13 GW tersebut, 3,1 GW di antaranya dibangun oleh PLN, dan 9,9 GW sisanya berasal dari independent power producer (IPP).

Dari keseluruhan pembangkit, setidaknya ada empat pembangkit PLN yang diproyeksi selesai pada tahun ini, yakni PLTA Jatigede, PLTGU Jawa Bali 1, PLTGU Muara Karang, dan PLTU Lontar 4.

Sementara itu, pembangkit dari IPP, terdapat tiga pembangkit yang diperkirakan selesai konstruksi hingga akhir 2021. Seluruhnya adalah PLTU Jawa Tengah/Batang, PLTU Jawa-4/Tanjung Jati Bm dan PLTGU Jawa-1/Cilamaya.

Peningkatan kapasitas terpasang itu tidak diiringi dengan pertumbuhan permintaan yang signifikan. Dalam beberapa kesempatan, PLN menyebut perkiraan pertumbuhan permintaan daya listrik meleset dari target seiring dengan pandemi Covid-19 sejak 2020 di Tanah Air.

“Kondisi over supply ini telah PLN pikirkan, bagaimana mengoptimasinya untuk mendapatkan bauran EBT [energy baru terbarukan] 23 persen pada 2025,” terangnya.

 

Daftar Proyek Pembangkit Listrik Skala Besar dan Target COD (Sumber: PT PLN (Persero)

 

PembangkitKapasitas (MW)COD
PLN3.094
PLTA Jatigede1102021
PLTA Upper Cisokan PS1.0402025
PLTGU Jawa - Bali 17792021
PLTGU Muara Karang2002021
PLTGU Muara Tawar Add-on 2, 3, 46502021 - 2022
PLTU Lontar #43152021
IPP9.904
PLTU Jawa Tengah / Batang1.9002021
PLTU Jawa - 1/Cirebon9242022
PLTU Jawa - 3/Tanjung Jati A1.3202025 - 2026
PLTU Jawa - 4/Tanjung Jati B2.0002021
PLTU Jawa 9 - 1/Suralaya2.0002025 - 2026
PLTGU Jawa - 1/Cilamaya1.7602021
Jumlah12.998

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik pasokan listrik
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top