Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Tempe-Tahu Diproyeksi Baru Bisa Tumbuh Tahun Depan

Adapun, proyeksi pertumbuhan pada 2022 juga dipengaruhi harga tempe dan tahu yang relatif stabil jika dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging atau ayam.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 November 2021  |  17:37 WIB
Perajin memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional di Banda Aceh, Aceh, Kamis (1/10/2020).  - Antara Foto
Perajin memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional di Banda Aceh, Aceh, Kamis (1/10/2020). - Antara Foto

Bisnis.com, JAKARTA — Usai diperkirakan turun pada tahun ini, produksi tempe dan tahu diramal baru bisa kembali naik pada 2022. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe-Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifudin memperkirakan konsumsi bahan baku kedelai untuk produksi bakal menyentuh 3 juta ton pada tahun depan. Hal itu seiring dengan perbaikan daya beli masyarakat. 

"Estimasi saya, walaupun tahun depan ada PPKM, dari 2,5 juta ton tidak akan turun, kemungkinan naik ada, maksimum sampai 3 juta ton," kata Aip saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/11/2021).

Namun demikian, angka proyeksi tersebut belum akan menyamai produksi sebelum pandemi yang berada di kisaran 3,2 juta hingga 3,3 juta ton.

Adapun, proyeksi pertumbuhan pada 2022 juga dipengaruhi harga tempe dan tahu yang relatif stabil jika dibandingkan dengan sumber protein lain seperti daging atau ayam.

Aip juga mengatakan produksi pada tahun ini dipastikan turun seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Sebelumnya, pada Agustus lalu dia memprediksi produksi tahu dan tempe pada 2021 dapat menyerap kedelai hingga 3 juta ton.

Namun, meski serapan kedelai ke pengolahan tempe dan tahu turun, pasokan bahan baku dipastikan aman bahkan hingga awal tahun depan.

"Pasokan kedelai baik, terutama impor, selalu ada, selalu stand by. Sampai akhir tahun ini, stok kedelai impor itu ada 250 ribu ton lebih, belum termasuk kedelai lokal yang akan panen di beberapa daerah walaupun sedikit," jelas Aip.

Sementara itu, untuk tahun ini produsen tempe dan tahu malah menurunkan proyeksi volume produksinya sepanjang tahun ini, usai pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 untuk seluruh Indonesia pada momentum Natal dan Tahun Baru mendatang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top