Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Pesanan 80 Pesawat 787 Max, Boeing Saingi Airbus di India

Maskapai Akasa yang dimiliki oleh miliarder Rakesh Jhunjhunwala dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Boeing dengan nilai potensi kesepakatan yang mencapai US$10 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 November 2021  |  17:42 WIB
Boeing 737-8.  - Boeing
Boeing 737-8. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing Co., bakal mengalahkan Airbus SE yang mendominasi pasar maskapai di India setelah kesepakatan pemesanan sebanyak 70-80 unit untuk seri 737 Max dari maskapai rintisan asal India.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (11/11/2021), maskapai Akasa yang dimiliki oleh miliarder Rakesh Jhunjhunwala dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Boeing dengan nilai potensi kesepakatan yang mencapai US$10 miliar, belum beserta diskon bagi pesanan besar. Kemungkinan kesepakatan ini akan diumumkan dalam Dubai Airshow yang berlangsung pada 14-18 November.

Seri pesawat yang terlibat dalam dua kecelakaan tragis, 737 Max, telah mendapatkan izin terbang kembali oleh regulator.

Menurut seorang sumber anonim, Boeing akan mulai mengirim pesanannya sebanyak 10 pesawat pada paruh pertama tahun depan dan sisanya dalam 3 tahun ke depan.

Dengan kesepakatan jumbo itu, Boeing bakal memimpin pasar pesawat berbadan sempit yang didominasi oleh Airbus.

Penguasa pasar IndiGo menjadi pelanggan terbesar bagi Airbus dengan pesanan hingga 700 pesawat. Ditambah lagi, Singapore Airlines Ltd., dan AirAsia Group Bhd., yang juga terafiliasi dengan India juga menggunakan Airbus A320.

Sementara itu, 737 Max milik Boeing hanya mengisi pesanan dari SpiceJet Ltd., setelah Jet Airways India Ltd., kolaps akibat masalah utang pada 2019.

Analis Teal Group, Richard Aboulafia mengatakan Akasa akan menjadi salah satu pelanggan pertama setelah seri Max mendapatkan kembali sertifikasinya.

“Airbus berada jauh di depan dalam hal pangsa pasar di India dan India menjadi sangat penting bagi Boeing mengingat ketidakpastian di China," ujarnya.

Saham Boeing meningkat 0,7 persen menjadi US$219,94 pada perdagangan hari Rabu. Saham tersebut telah tumbuh 2,1 persen sepanjang tahun, mengikuti kenaikan 18 persen untuk 30 anggota Dow Jones Industrial Average.

“Kami selalu mencari peluang dan berbicara dengan pelanggan yang sudah ada dan calon pelanggan tentang bagaimana kami dapat mendukung armada dan kebutuhan operasional mereka dengan baik,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

Akasa, yang dioperasikan oleh SNV Aviation Pvt., berencana menawarkan penerbangan ke seluruh India mulai musim panas 2022 setelah menerima persetujuan awal dari kementerian penerbangan sipil negara itu sebulan lalu.

Akasa akan melayani penerbangan antar negara pada musim panas pada 2022 setelah mendapatkan persetujuan awal dari Kementerian Penerbangan Sipil India pada Oktober.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat india boeing boeing 737

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top