Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Kargo Udara Naik, Boeing Konversi 1.720 Unit Pesawat Penumpang

Boeing memprediksi permintaan sebesar 2.610 pesawat kargo berbadan lebar hingga 2040. Sebanyak 1.720 di antaranya berasal dari konversi dari pesawat lama dan sisanya merupakan pesawat baru.
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019)./Reuters-Lindsey Wasson
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019)./Reuters-Lindsey Wasson

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing Co., akan mengkonversi 1.720 pesawat penumpangnya menjadi pesawat kargo demi memenuhi permintaan moda pengangkut barang yang meningkat.

Boeing memprediksi permintaan sebesar 2.610 pesawat kargo berbadan lebar hingga 2040. Sebanyak 1.720 di antaranya berasal dari konversi dari pesawat lama dan sisanya merupakan pesawat baru.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (14/11/2021), Presiden dan Kepala Eksekutif Boeing Global Services Ted Colbert mengatakan perusahaan bakal mengikuti model bisnis asset -light dengan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan untuk program konversi kapal barang, alih-alih melakukannya sendiri.

Hal itu disampaikan di sela-sela konferensi pers Boeing pada acara Dubai Airshow. Untuk itu, perusahaan asal Amerika ini bakal menggandeng Israel Aerospace Industries Ltd., (IAI) dan Mammoth Freighters .

Sementara itu, Boeing saat ini membangun versi kapal barang dari seri 777 yang baru, model itu berasal dari model 777-200 yang lebih kecil.

Awal tahun ini, IAI mengatakan telah mulai mengerjakan konversi 777-300ER pertamanya.

Saat ini, pesawat kargo tengah menjadi sorotan bagi industri aviasi global seiring dengan lonjakan belanja online dan pengiriman logistik.

Dengan banyaknya maskapai yang akan mengganti pesawat tuanya dengan model baru yang lebih hemat bahan bakar, konversi ke pesawat kargo bisa memperpanjang usia bagi pesawat tua.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper