Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Tak Ragu Naikkan Suku Bunga Jika Inflasi Tak Terkendali

Sebelumnya, FOMC telah memutuskan untuk mengurangi pembelian Treasury hingga US$10 miliar dan pembiayaan sekunder perumahan (MBS) sampai US$5 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 November 2021  |  20:20 WIB
The Fed Tak Ragu Naikkan Suku Bunga Jika Inflasi Tak Terkendali
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunga acuan setelah menetapkan tapering off dimulai pada akhir November. Namun, bisa berubah jika inflasi terus terkerek.

"Kami pikir kami bisa bersabar. [Namun], jika diperlukan respons, kami tidak akan ragu," katanya dalam konferensi pers pada Rabu setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kendati demikian, Powell menegaskan bahwa tapering bukan berarti pengambil kebijakan moneter ini akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat agar tidak menghalangi potensi perolehan pekerjaan di masa depan.

"Ini bukan saat yang baik untuk menaikkan suku bunga karena kami ingin melihat pasar tenaga kerja pulih lebih baik lagi," tambah Powell.

Seperti diberitakan sebelumnya, FOMC telah memutuskan untuk mengurangi pembelian Treasury hingga US$10 miliar dan pembiayaan sekunder perumahan (MBS) sampai US$5 miliar, menandai akhir dari program perlindungan ekonomi dari Covid-19. Pejabat memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan pada kisara nol hingga 0,25 persen.

The Fed telah membeli US$80 miliar Treasuries dan US$40 miliar MBS setiap bulan untuk membantu merangsang aktivitas ekonomi yang tergerus akibat lockdown pada awal pandemi dan pemulihan yang tidak merata berikutnya.

The Fed menetapkan ukuran inflasi pilihan mencapai adalah 4,4 persen dalam 12 bulan yang berakhir pada September, tertinggi dalam tiga dekade dan lebih dari dua kali lipat dari target bank sentral. Ekspektasi konsumen pada kenaikan harga terkerek menjadi 4,2 persen pada bulan yang sama, rekor tertinggi sejak 2013.

Powell mengakui permasalahan rantai pasok terjadi lebih lama dari antisipasi sebelumnya. "Seperti kebanyakan prospek, kami terus percaya bahwa ekonomi [AS] dinamis kami akan menyesuaikan dengan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan," ujar Powell.

"Pembuat kebijakan tampaknya ingin mempertahankan opsi untuk menaikkan [suku bunga] segera setelah tapering berakhir jika inflasi meningkat. Namun, menyelesaikan tapering diperlukan, tetapi tidak cukup untuk kenaikan tarif," kata analis Bloomberg Anna Wong, Andrew Husby dan Eliza Winger.

Powell mengatakan dia telah memberi tahu pemerintah Biden dan anggota parlemen tentang masalah ini, serta langkah-langkah yang akan diambil bank sentral untuk memperketat aturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed suku bunga acuan tapering the fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top