Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

World Expo 2020 Dubai, Aceh Menanti Realisasi Investasi UEA Rp7 Triliun

Pemprov Aceh habis-habisan menjaring minat investor asing melalui penampilan dalam cultural performance, Business Forum dan pameran komoditas unggulan.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 03 November 2021  |  10:16 WIB
World Expo 2020 Dubai, Aceh Menanti Realisasi Investasi UEA Rp7 Triliun
Pengunjung yang menghadiri Expo 2020 Dubai, di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (2/11/2021) - Maria Y. Benyamin / Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, DUBAI — Pemerintah Provinsi Aceh tengah menanti investasi jumbo investor Uni Emirat Arab (UEA) di sektor pariwisata yang nilainya mencapai US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh Marthunis mengatakan Murban Energy Limited asal UEA tertarik untuk mengembangkan resor di Pulau Banyak.

“Kami punya letter of intent dengan salah satu investor UEA untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Banyak yang berada di Kabupaten Aceh Singkil. Saat ini feasible study sedang berjalan. Mudah-mudahan dengan kehadiran kami disini akan mempercepat rencana investasi tersebut,” ujarnya di Paviliun Indonesia dalam gelaran World Expo 2020 Dubai, Selasa (2/11/2021).

Pada gelaran World Expo 2020 Dubai, yang disebut-sebut sebagai pameran terpanjang dan terbesar setelah perhelatan akbar Piala Dunia dan Olimpiade, Pemprov Aceh habis-habisan menjaring minat investor asing melalui penampilan dalam cultural performance, Business Forum dan pameran komoditas unggulan.

Saat ini, Pemprov Aceh, katanya, masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan sejumlah insentif fiskal yang akan diberikan kepada investor asing asal UEA tersebut, seperti pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan hingga pengurangan bea impor.

“Ini semua kan ada di kementerian pusat. Kementerian rasanya juga sudah menyetujui," tambahnya.

Selain soal pajak, kata Marthunis, Murban Energy tengah berharap soal sewa lahan yang lebih panjang, yaitu hingga 50 tahun dari semula 30 tahun. “Sudah ada regulasinya kok. Kami sangat berharap sekali karena nilai investasi ini setara dengan tiga kali PDRB [produk domestik regional bruto] Kabupaten Aceh Singkil," katanya.

Marthunis menambahkan pengembangan resor pariwisata di Pulau Banyak diarahkan untuk menyangga dan memperkuat ekosistem kawasan pariwisata strategis nasional Danau Toba.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyebutkan rencana investasi UEA di Aceh saat ini sedang dalam proses finalisasi permintaan insentif.

"Investasi itu sekarang ini tahap finalisasi terhadap permohonan permintaan insentif," katanya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menandatangani kerja sama pengembangan dan investasi pariwisata dengan Murban Energy Limited, Uni Emirat Arab, yang akan dipusatkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Kerja sama tersebut ditandatangani langsung Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Direktur Eksekutif Murban Energy Limited Amine Abid di Jakarta pada Maret 2021.

Rencana investasi UEA di Tanah Rencong itu nilainya mencapai US$500 juta hingga US$1 miliar.

Bahlil mengungkapkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Dubes UEA selama ini tidak pernah berhenti membangun komunikasi dengan Kementerian Investasi guna menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut.

Pemerintah sendiri menargetkan proses rencana investasi tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi aceh uni emirat arab
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top