Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Batu Bara Ancam Pemadaman di Ibu Kota India

India sangat bergantung kepada tenaga batu bara yang mencakup sebesar 70 persen dari kebutuhan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  13:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal memperingatkan Perdana Menteri Narendra Modi tentang penurunan cadangan batu bara yang memicu krisis listrik di ibu kota India.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (10/10/2021), Kejriwal melaporkan kepada Modi melalui akun Twitter-nya pada Sabtu bahwa, satu pembangkit listrik kehabisan stok batu bara, sementara yang lain hanya didukung cadangan untuk 1-4 hari pada 5 Oktober.

Komisi pengatur kelistrikan pusat juga telah meminta pembangkit listrik agar dapat mempertahankan stok 10 - 20 hari.

“Jika situasi ini terus berlanjut, itu akan sangat berdampak pada pasokan listrik di Delhi,” kata Kejriwal. Dia juga menambahkan bahwa pasokan listrik sangat penting untuk kegiatan vaksinasi, operasional rumah sakit, dan pusat perawatan Covid-19.

India yang bergantung kepada tenaga batu bara sebesar 70 persen ini tengah menghadapi kelangkaan pasokan lantaran kenaikan permintaan menjelang musim perayaan pada pertengahan Oktober.

Sejumlah negara bagian, termasuk Rajasthan dan Punjab telah mengumumkan adanya pemadaman listrik selama 4 jam pada Sabtu lantaran sedang melakukan penghematan.

Kejriwal menyerukan kepada Modi agar melakukan intervensi secepatnya dan melakukan pengalihan batu bara ke pembangkit listrik seperti Pembangkit Listrik Jhajjar dan Pembangkit Listrik Ibu Kota Nasional Dadri yang memasok ke Delhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india batu bara narendra modi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top