Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penurunan Harga Pangan Picu Deflasi 0,04 Persen di September 2021

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah telur ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan bawang merah 0,03.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  09:28 WIB
Penurunan Harga Pangan Picu Deflasi 0,04 Persen di September 2021
Peternak memanen telur ayam di peternakan kawasan Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). Pemerintah resmi menaikkan harga acuan daging dan telur ayam ras untuk mengimbangi penyesuaian tingkat harga di pasar yakni harga telur ayam di tingkat peternak dinaikkan dari Rp18 ribu-Rp20 ribu per kg menjadi Rp19 ribu-Rp21 ribu per kg sedangkan daging ayam ras dinaikkan dari Rp18 ribu-Rp19 ribu per kg menjadi Rp19 ribu-Rp20 ribu per kg. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan harga pangan menjadi pemicu penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menyampaikan IHK pada periode laporan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Dia menjelaskan, deflasi yang terjadi pada September 2021 merupakan yang kedua kalinya pada tahun ini, setelah terjadi di Juni 2021.

“Deflasi September 2021 dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil pada deflasi 0,12 persen,” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (1/10/2021).

Dari kelompok pengeluaran tersebut, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah telur ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan bawang merah 0,03.

Secara tahunan, tingkat inflasi pada September 2021 tercatat mencapai 1,60 persen (year-on-year/yoy). Sementara, secara tahun berjalan inflasi mencapai 0,80 persen (year-to-date/ytd).

Margo mengatakan dari 90 kota IHK yang dipantau BPS, sebanyak 56 kota mengalami deflasi, sisanya 34 kota mengalami inflasi. 

Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo 0,90 persen, didorong penurunan harga komoditas cabai rawit yang memiliki andil 0,47 persen, ikan tuna 0,13 persen, dan ikan layang 0,11 persen.

Adapun, inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,6 persen, didorong oleh komoditas daging ayam ras dengan andil 0,26 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS deflasi indeks harga konsumen
Editor : Azizah Nur Alfi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top