Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AnterAja Dapat Suntikan Dana Rp451 Miliar dari IFC

IFC memberikan suntikan dana kepada PT Adi Sarana Armada Tbk. yang digunakan untuk pengembangan layanan AnterAja.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  18:11 WIB
AnterAja Dapat Suntikan Dana Rp451 Miliar dari IFC
Anteraja. - Anteraja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) memperoleh investasi baru dari International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia senilai Rp451 miliar (US$31 juta) dengan fokus utama mengembangkan layanan logistik AnterAja.

Wakil Presiden IFC Asia dan Pasifik Garcia Mora menjelaskan investasi penting ini akan membuka akses ke layanan barang dan jasa yang tentunya akan menguntungkan jutaan orang yang tinggal di luar kota-kota besar di Indonesia. Termasuk masyarakat yang hidup di daerah berpenghasilan lebih rendah yang seringkali harus membayar dengan harga yang lebih tinggi akibat kendala logistik dan biaya transportasi.

“Pandemi covid-19 menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, sehingga investasi seperti ini menjadi sangat penting dan diharapkan dapat membantu menjaga dan menciptakan lapangan kerja baru ke depannya,” ujarnya melalui siaran pers dikutip, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, digitalisasi massal dan penetrasi internet telah mendorong perkembangan pasar e-commerce Indonesia, yang saat ini menyumbang gross merchandise value (GMV) sebesar US$12 miliar per tahun dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi US$30 miliar per tahun pada 2025. Selain itu, kompetisi dan inisiatif akses digital diantara e-platform perdagangan juga telah membuka pintu bagi jutaan pengusaha yang mencari jalan yang layak untuk bisnis rumahan.

Pertumbuhan penjualan online di 24 dari 34 provinsi di Indonesia kini melampaui ibu kota Jakarta, meningkatkan akses barang dan jasa bagi masyarakat Indonesia di seluruh nusantara dan mempercepat pengembangan UKM. Pertumbuhan di daerah tersebut juga menunjukkan e-commerce dapat sekaligus membantu menambah pendapatan. Namun, kemajuan e-commerce dapat terhambat karena permintaan akan layanan logistik melebihi kapasitas bisnis logistik yang ada.

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan selain untuk mengembangkan bisnis inti pada bidang sewa kendaraan kantor, perusahaan juga akan memperluas layanan logistik ekspres PT Tri Adi Bersama yang dikenal sebagai Anteraja. Kemudian, perusahaan juga bakal memperluas jejak logistik e-commerce di Indonesia.

Menurutnya dengan investasi untuk perluasan jaringan layanan Anteraja akan memberikan untung bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), penunjang pekerjaan utama di Indonesia, serta jutaan pengusaha yang mengandalkan pasar e-commerce yang berkembang pesat sebagai sumber utama perdagangan dan pendapatan.

“Kami menghargai kepercayaan dan kemitraan IFC, anggota Grup Bank Dunia khususnya di masa-masa krusial seperti ini. Kami sangat menyambut IFC untuk menjadi pemegang saham kami setelah konversi daripada obligasi konversi. Dukungan ini tentunya akan membantu ASSA untuk terus membangun bisnis yang berkelanjutan di semua lini bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan kami,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (29/7/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik adi sarana armada anteraja
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top