Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pastikan Keamanan Data, Induk TikTok Telah Menghadap Regulator China

Regulator China tidak pernah meminta penundaan untuk kemungkinan penawaran saham perdana ByteDance, tetapi mereka khawatir tentang kepatuhan keamanan data oleh aplikasinya di negara tersebut.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  18:41 WIB
Pastikan Keamanan Data, Induk TikTok Telah Menghadap Regulator China
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA – ByteDance Ltd, induk aplikasi TikTok berupaya memenuhi persyaratan keamanan data setelah pertemuan dengan pejabat pemerintah Beijing untuk membahas masalah tersebut pada awal tahun ini.

ByteDance dikabarkan telah melakukan persiapan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejak April 2021.

Pertimbangan ByteDance mengenai go public telah berubah-ubah bahkan sebelum IPO Didi Global Inc. di bursa New York, AS mendapat tekanan dari pemerintah China.

“ByteDance melakukan proses IPO potensial dengan pendekatan hati-hati,” kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg, Senin (12/7/2021).

ByteDance bertemu secara teratur dengan regulator Beijing tentang berbagai masalah, termasuk keamanan data, dan diskusi yang dilakukan pada Maret lalu adalah bagian dari proses yang sedang berlangsung itu, menurut sumber Bloomberg. Adapun, pendiri ByteDance Zhang Yiming dikabarkan tidak menghadiri pertemuan pada Maret tersebut.

Seperti diketahui, perusahaan China yang ingin meningkatkan modal di pasar luar negeri sekarang menghadapi pengawasan yang lebih ketat. Hal ini terjadi setelah China pada Sabtu (9/7/2021) mengusulkan undang-undang baru yang akan mengharuskan hampir semua perusahaan yang bakal IPO di luar China untuk menjalani tinjauan keamanan siber.

Didi Global Inc. sebelumnya telah berupaya untuk terdafar di bursa New York pada Juni, meskipun Bloomberg News melaporkan regulator memintanya sejak tiga bulan lalu untuk menunda IPO.

Pihak berwenang China sejak itu memulai penyelidikan keamanan siber ke perusahaan dan menghapus layanan Didi dari toko aplikasi China.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan pertemuan Maret dengan regulator menegaskan bahwa ByteDance serius untuk mendaftarkan perusahaan di luar negeri awal tahun ini setelah pejabat China mengatakan kepada perusahaan untuk mengatasi risiko keamanan data.

Regulator tidak pernah meminta penundaan untuk kemungkinan penawaran saham ByteDance, tetapi mereka khawatir tentang kepatuhan keamanan data oleh aplikasinya di negara tersebut, menurut laporan itu.

Perdagangan saham ByteDance di private market tetap stabil di sekitar US$330 miliar selama sebulan terakhir, menurut seseorang yang memiliki informasi langsung, meskipun harga yang diminta untuk saham tersebut lebih tinggi.

ByteDance telah mempertimbangkan rencana untuk mengumpulkan setidaknya beberapa miliar dolar dari daftar aset China pada April lalu. Ketika itu, perusahaan memilih antara Hong Kong dan AS sebagai tempat IPO. Perusahaan pada bulan Maret mempekerjakan Shou Zi Chew dari Xiaomi Corp. sebagai direktur keuangan, memicu spekulasi bahwa IPO sudah dekat.

Namun, Ketika itu ByteDance sempat mengeluarkan pernyataan belum memenuhi persyaratan untuk go public.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo china bursa amerika TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top