Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pencairan Insentif Nakes 2020 Telat, Sri Mulyani: Ini Bukan Faktor Ketersediaan Anggaran

Tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakes) pada 2020 yang telah selesai ditinjau oleh BPKP mencapai Rp1,34 triliun atau 90,8 persen dari pagu per 11 Juni 2021.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Juli 2021  |  14:21 WIB
Pencairan Insentif Nakes 2020 Telat, Sri Mulyani: Ini Bukan Faktor Ketersediaan Anggaran
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan lamanya waktu realisasi pembayaran tunggakan 2020 bukan disebabkan oleh faktor ketersediaan anggaran.

"Lebih pada tata kelola dan bagaimana menciptakan akuntabilitas akurasi data base dari tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan," paparnya dalam konferensi pers, Jumat (2/7/2021).

Dari data Kemenkeu, total insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan mencapai Rp4,6 triliun pada tahun lalu.

Adapun, tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakes) pada 2020 yang telah selesai ditinjau oleh BPKP mencapai Rp1,34 triliun atau 90,8 persen dari pagu per 11 Juni 2021.

Nilai tersebut disalurkan untuk 200.506 nakes dan 1.607 fasilitas kesehatan.

"Pembayaran tunggakan klaim tahap terakhir masih dalam proses review APIP Kemenkes," ujar Sri Mulyani.

Untuk nakes di daerah yang bekerja di bawah administrasi daerah, pembayarannya berasal dari APBD yang bersumber dari DAU atau DBH.

Kemenkeu sudah menginstruksikan bahwa 8 persen DAU dan DBH harus dipakai untuk penanganan Covid-19, termasuk membayar insentif layanan kesehatan dan nakes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani tenaga kesehatan Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top