Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih Hijau, ESDM Targetkan RUPTL 2021-2030 Rampung Juni 2021

Penyusunan draf RUPTL tersebut hingga kini masih dalam tahap finalisasi. Penyusuna kali ini cukup kompleks dibandingkan dengan RUPTL sebelumnya sehingga membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  20:33 WIB
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menargetkan draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero)  tahun 2021-2030 dapat selesai paling lambat akhir bulan ini.

Dia mengatakan bahwa penyusunan draf RUPTL tersebut hingga kini masih dalam tahap finalisasi.  Ia optimistis RUPTL terbaru itu dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat lantaran sejumlah isu yang termuat di dalamnya sudah banyak yang disepakati dengan PLN.

"Target RUPTL selesainya sesegera mungkin. Juni maksimum.  Hanya tinggal beberapa isu memerlukan kesepakatan bersama dan ada sedikit waktu untuk running model, misal skenario ini dipakai seperti apa dampaknya ke biaya pokok penyediaan listrik, ke subsidi, dan lainnya," ujar Rida dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021).

Rida menyampaikan bahwa penyusunan RUPTL 2021-2030 cukup kompleks dibandingkan dengan penyusunan RUPTL sebelumnya sehingga membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.  Beberapa penyebabnya antara lain, adanya pandemi Covid-19, proyeksi pertumbuhan permintaan listrik yang terlalu tinggi, dan perkembangan global menuju transisi ke energi hijau.  

Adapun, dalam draf RUPTL 2021-2030, pemerintah meningkatkan porsi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) menjadi 48 persen atau 19.899 MW.  Angka ini meningkat dibandingkan RUPTL 2019-2028 yang masih di kisaran 30 persen. Dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, usulan penambahan pembangkit mencapai 40.967 MW.

"Kami ingin RUPTL yang sedang disusun saat ini adalah RUPTL yang green, lebih hijau. Dalam artian, porsi EBT lebih baik daripada versi RUPTL sebelumnya," kata Rida.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi kementerian esdm energi terbarukan RUPTL
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top