Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Ingatkan RI Perlu Waspadai Rebalancing Ekonomi China

Keseimbangan kembali di China, papar Sri Mulyani, akan dapat memengaruhi fluktuasi harga komoditas. Hal tersebut juga memberi dampak negartif kepada seluruh perekonomian dunia.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  11:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa meski pemulihan ekonomi sedang terjadi dan memberi dasar untuk optimistis, masih ada beberapa risiko yang mengancam, salah satunya dari Negeri Tirai Bambu, China

“Pemerintah sepakat dengan pandangan para anggota Dewan yang perlu mengantisipasi potensi risiko yang mungki terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi domestik dan global,” katanya, saat menyampaikan pandangan pemerintah terhadap fraksi terkait kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) 2022, Senin (31/5/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa berbagai risiko tersebut bersumber dari lingkungan eksternal yang masih sangat tinggi selain karena Covid-19.

Terkait dengan pemulihan ekonomi global, dia yakin prosesnya tidak seragam disebabkan akses setiap negara terhadap suplai vaksin yang cenderung timpang.

Di sisi lain kemampuan negara-negara tersebut melakukan belanja untuk memberikan stimulus berbeda-beda.

“Indonesia perlu mengantisipasi keberlanjutan dari proses rebalancing [keseimbangan kembali] ekonomi Tiongkok yang saat ini sebagai ekonomi nomor dua di dunia,” jelasnya.

Keseimbangan kembali di China, papar Sri Mulyani, akan dapat memengaruhi fluktuasi harga komoditas. Hal tersebut juga memberi dampak negartif kepada seluruh perekonomian dunia.

“Selain itu, permasalahan global seperti kecenderungan geopolitik yang mengadopsi proteksionisme, tensi geopolitik di dalam perdagangan global, dan isu perubahan iklim juga harus jadi hal yang perlu diwasapadai,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china sri mulyani pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top