Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Besok, Penumpang KRL Bisa Tembus 400.000 Orang

Kemenhub memperkirakan jumlah penumpang KRL Jabodetabek bisa mencapai 400.000 orang, sehingga perlu pengawasan protokol kesehatan ketat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  13:01 WIB
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah penumpang KRL Commuter Line pada Sabtu dan Minggu pekan ini meningkat antara 300.000 sampai dengan 400.000 orang per hari.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hari ini jumlah penumpang KRL mencapai 200.000 orang. Angka ini menurun dibandingkan masa normal sebelum berlakunya pengetatan pengendalian transportasi (pada 13 April 2021) yaitu sebanyak 368.805 orang.

"Diperkirakan pergerakan penumpang KRL pada Sabtu dan Minggu besok akan meningkat antara 300.000 sampai dengan 400.000 orang per hari," kara Budi, Jumat (14/5/2021).

Dia menuturkan untuk mengantisipasi kepadatan itu, PT Kereta Commuter Indonesia diminta mengawal protokol kesehatan dan pembatasan kapasitas maksimal penumpang. Petugas perlu ditambah dan lakukan dengan profesional.

Menhub juga meminta untuk mengintensifkan pengecekan kesehatan secara acak menggunakan rapid tes antigen di sejumlah stasiun keberangkatan yang berpotensi mengalami penumpukan penumpang.

Untuk mengendalikan pergerakan transportasi di kawasan aglomerasi, Menhub meminta kepada Pemerintah Daerah di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek, Medan, Semarang, Surabaya, Bandung dan Makasar untuk melakukan pemetaan lokasi yang kemungkinan terjadi kepadatan untuk mencegah potensi terjadi penyebaran Covid-19.

“Pergerakan transportasi di aglomerasi memang diperbolehkan, tetapi protokol kesehatan harus tetap dijaga dan jangan sampai terjadi kerumunan yang tidak terkendali,” ujarnya.

Selain mengecek penerapan pengendalian transportasi, di Pelabuhan Kaliadem Menhub berkesempatan melakukan tinjauan laut sekitar Pelabuhan Kali Adem menggunakan KN Enggano serta membagikan makanan kepada para penumpang dan awak kapal di pelabuhan. Sementara itu, di Stasiun Manggarai, membagi-bagikan masker kepada penumpang dan petugas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub krl
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top