Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat: Kontrak Buy The Service Idealnya 7 Tahun

Pengamat transportasi menjelaskan alasan kontrak program buy the service antara pemerintah dengan operator angkutan umum minimal 7 tahun.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 29 April 2021  |  16:57 WIB
Teman Bus sebagai bagian implementasi program Buy the Service (BTS) Kementerian Perhubungan untuk menunjang mobilisasi masyarakat perkotaan.  - TemanBus
Teman Bus sebagai bagian implementasi program Buy the Service (BTS) Kementerian Perhubungan untuk menunjang mobilisasi masyarakat perkotaan. - TemanBus

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat transportasi Darmaningtyas menyarankan kontrak kerja sama penyediaan layanan transportasi massal dengan konsep Buy The Service (BTS) antara pemerintah dengan pihak operator angkutan umum minimal tujuh tahun.

Menurutnya, berangkat dari cerita dan pengalaman para operator transportasi, mereka baru bisa mengembalikan modal investasi dalam jangka lima tahun. Artinya dua tahun sisanya adalah untuk mengumpulkan keuntungan.

"Kontrak kerja sama itu nggak bisa setahun dua tahun. Rata-rata di dalam angkutan umum [kontrak] dipakai tujuh tahun karena itu memperhitungkan besar investasi sekaligus keuntungan yang bisa diperoleh oleh operator," katanya, Rabu (28/4/2021).

Sementara itu dalam hal penentuan tarif, dia menyarankan agar penyedia layanan berpatokan kepada ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP).

Menurutnya, ATP dapat dijadikan acuan untuk melihat seberapa tarif yang akan membuat kelompok masyatakat kurang mampu keberatan dan akhirnya meninggalkan angkutan umum. WTP melihat tingkat layanan seperti apa dengan tarif berapa yang diinginkan golongan mampu sehingga akhirnya mereka mau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih kenangkitan umum.

"Nanti tidak ada salahnya juga nanti BTS ini ada dua servis. Satu premium, satunya reguler. Reguler itu ditingkat awal gratis, sedangkan premium bisa berbayar," jelasnya.

Sebelumnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menghadirkan layanan angkutan massal bersubdisi atau Buy The Service (BTS) di Kota Bogor, Jawa Barat pada Juni 2021. Bus gratis ini akan diuji coba hingga akhir tahun.

Sebelum di Bogor, layanan ini telah lebih dulu hadir di Medan, Palembang, Solo, Yogyakarta, dan Denpasar. Program tersebut sudah melayani lebih dari 1 juta perjalanan masyarakat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini pergerakan masyarakat di Jabodetabek telah mencapai 88 juta per hari sehingga perlu dilakukan upaya pergeseran dari angkutan pribadi ke angkutan umum massal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top