Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Umumkan Kinerja Investasi Kuartal I/2021 Siang Ini, Begini Proyeksi Ekonom

Pertumbuhan investasi kuartal I tahun ini diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I tahun lalu. Ini penyebabnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 26 April 2021  |  09:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) -  Pertamina.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) - Pertamina.

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan merilis realisasi investasi kuartal I/2021 siang ini, Senin (26/4/2021) pukul 11.00 WIB.

Sebagaimana diketahui, pada 2020 lalu, realisasi investasi di Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 2,2 persen secara tahunan atau sebesar RP826,3 triliun, di tengah penurunan investasi secara global.

Dari realisasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) tercatat mengalami penurunan sebesar 2,4 persen menjadi Rp412,8, sementara, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp413,5 triliun atau naik 7 persen secara tahunan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet memperkirakan kinerja investasi pada kuartal pertama tahun ini akan mengalami pertumbuhan yang positif, namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2020.

Hal ini tercermin dari kinerja penjualan eceran yang masih mengalami kontraksi pada kuartal I/2021.

“Jika melihat dari pertumbuhan indeks penjualan riil yang masih berada di level negatif, saya kira pertumbuhan investasi kuartal I tahun ini akan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Namun di sisi lain, menurutnya, beberapa indikator yang menunjukkan kinerja investasi meningkat adalah data kinerja impor yang naik signifikan pada Maret 2021, juga meningkatnya komponen pertumbuhan belanja modal pemerintah.

“Pertumbuhan penjualan semen juga meningkat, yang menandakan adanya aktivitas investasi di dalam negeri,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat penyelesaian investasi mangkrak masih akan menjadi andalan pemerintah dalam mendorong kinerja investasi pada kuartal pertama tahun ini.

Pasalnya, periode kuartal I/2020 sebagian besar belum terdampak pandemi. Selain itu, investasi secara global mengalami penurunan yang signifikan pada tahun lalu.

“Kuartal I/2021 [perkiraannya] memang masih rendah dibandingkan tahun lalu karena tahun lalu sebagian besar belum periode pandemi sehingga investasi tahun ini lebih kecil,” katanya.

Di samping itu, Tauhid mengatakan secara global kinerja investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di masa pandemi Covid-19 pada 2020 mengalami penurunan sebesar 42 persen berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Dengan penurunan yang sangat dalam di tingkat global, pemulihan kinerja investasi di berbagai negara diperkirakan akan berjalan lebih lambat.

“Kita bisa lebih baik karena banyak mempercepat investasi yang selama ini terhambat di berbagai daerah, sehingga ini masih dibutuhkan selama masa pandemi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm indef
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top