Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jika Pembatasan Masih Berjalan, Apindo Ungkap Mayoritas Perusahaan RI Gulung Tikar

Berdasarkan penelitian Apindo, 33,3 persen perusahaan bisa bertahan lebih dari setahun. Yang mampu 6 bulan sampai 12 bulan sebanyak 22,9 persen, 3 bulan sampai 6 bulan 19,1 persen, 1 bulan sampai 3 bulan 21,2 persen, dan sisanya kurang dari sebulan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 April 2021  |  15:12 WIB
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani saat Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO 2020 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani saat Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO 2020 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa organisasinya melakukan riset terbatas dengan jumlah responden sekitar 600 perusahaan kelas menengah pada awal tahun.

Mayoritas perusahaan tidak sanggup menjalankan usaha jika pembatasan terus berlangsung. Dilihat dari 2019, mayoritas perusahaan memperoleh laba dalam kondisi baik. Namun dampak pandemi membuat omzet turun 50 persen. Tahun tahun berikutnya, diproyeksi akan masih turun di angka 25 persen.

“Mereka bilang kalau kondisinya tidak ada perubahan, hanya sepertiga dari mereka yang bisa bertahan lebih dari setahun,” katanya melalui diskusi virtual, Kamis (8/4/2021).

Berdasarkan penelitian Apindo, 33,3 persen perusahaan bisa bertahan lebih dari setahun. Yang mampu 6 bulan sampai 12 bulan sebanyak 22,9 persen, 3 bulan sampai 6 bulan 19,1 persen, 1 bulan sampai 3 bulan 21,2 persen, dan sisanya kurang dari sebulan.

“Dan dari sisi strategi bisnis yang dilakukan, paling banyak melakukan efisensi biaya. Termasuk perampingan organisasi dan susutkan tenaga kerja,” jelas Hariyadi.

Sedangkan sepanjang tahun 2021, Hariyadi menuturkan bahwa responden mengestimasi omzet usahanya akan pulih dan meningkat 25 persen sampai 50 persen.

Di sisi lain, mereka memperkirakan total biaya perusahaan akaan tetap (28,1 persen). Sebanyak 27,4 persen mengestimasi total biaya perusahaan meningkat kurang dari 25 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan apindo Gulung Tikar
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top