Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Diproyeksi Masuk Periode 'Supercycle', Ekonom Sebut Terlalu Dini

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan bahwa Indonesia akan memasuki periode supercycle, yang mana akan terjadi kenaikan harga beberapa komoditas secara signifikan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 April 2021  |  19:04 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menggunakan masker saat akan menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BKPM dan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menggunakan masker saat akan menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BKPM dan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal berpendapat bahwa ekonomi Indonesia masih terlalu dini untuk memasuki periode supercyle.

Faisal menjelaskan, tren harga komoditas di Indonesia sempat jatuh pada masa awal pandemi Covid-19. Beberapa bulan terakhir harga komoditas cenderung mengalami peningkatan, namun, menurutnya masih jauh di bawah harga saat terjadi booming komoditas pada 2010 lalu.

“Apakah bisa disebut supercycle, menurut saya agak terlalu dini,” katanya kepada Bisnis, Rabu (7/3/2021).

Sebelumnya, pada Selasa (6/4/2021), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan bahwa Indonesia akan memasuki periode supercycle, yang mana akan terjadi kenaikan harga beberapa komoditas secara signifikan.

Supercycle dapat diartikan sebagai periode lonjakan permintaan untuk beragam komoditas, yang menyebabkan lonjakan harga. Kondisi ini biasanya akan diikuti oleh jatuhnya permintaan dan akhirnya harga menurun. 

Faisal mengatakan, kondisi supercycle memang akan berdampak positif bagi peningkatan kerja ekspor Indonesia. Namun, dia mengingatkan kenaikan harga komoditas pada periode supercycle bersifat jangka pendek.

“Harga komoditas akan naik tapi akan turun kembali, jadi jangan sampai membuat kita terlena,” tuturnya.

Faisal juga menyampaikan, jika kondisi supercycle terjadi, ekonomi Indonesia juga tidak boleh terlena dan bergantung pada kenaikan harga ekspor.

“Kondisi itu bisa membantu pemulihan ekonomi lebih cepat karena struktur ekonomi kita bergantung pada komoditas, tapi kita tidak ingin pemulihan yang jangka pendek, melainkan yang berkelanjutan dan tahan krisis,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas pemulihan ekonomi muhammad lutfi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top