Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Li Ka-shing Berburu Rp5,72 Triliun di Bursa AS, untuk New Territories?

Li Ka-shing, taipan properti dan pelabuhan Hong Kong, dikabarkan akan menggunakan SPAC untuk listting di bursa AS. Li disebut-sebut mencarai dana US400 juta.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  11:31 WIB
Taipan Hong Kong Li Ka-shing. - Reuters
Taipan Hong Kong Li Ka-shing. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Li Ka-shing, taipan properti terkaya di Hong Kong, berencana mengumpulkan dana untuk listing melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC) di Amerika Serikat, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Belum diketahui tujuan pengumpulan dana itu, tetapi Li selama ini dikenal jago di berbagai bidang bisnis, termasuk sebagai operator pelabuhan dan properti.

Khusus di bisnis properti, menurut catatan Bisnis.com, dia terakhir dikabarkan akan mengembangkan New Territories di Hong Kong meski langkah itu berisiko karena menimbulkan potensi banjir akibat wilayah yang rendah yang disertai kenaikan muka air laut akibat pemanasan global.

Sebuah perusahaan yang didukung keluarga Li bekerja dengan penasihat tentang potensi penawaran umum perdana SPAC, menurut sumber Bloomberg yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasinya bersifat pribadi.

Mereka sedang mempertimbangkan untuk mencari dana sekitar US$400 juta (Rp5,72 triliun), meski syarat pastinya belum final, menurut sumber Bloomberg.

Perusahaan cek kosong itu bisa mengajukan dokumen pendaftaran ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS secepatnya pekan ini

Li orang penting di Hong Kong. Dia dijuluki "Superman" karena kecakapan berinvestasi. Pengusaha berusia 92 tahun itu terkenal karena penempatan investasinya yang tepat waktu di berbagai bidang mulai dari real estat hingga media sosial dan dia telah membangun kerajaan bisnisnya di 50 negara.

Keluarganya mengendalikan CK Hutchison Holdings Ltd, konglomerat senilai US$29 miliar yang memiliki salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia dan memiliki operasi telekomunikasi, ritel, dan infrastruktur di Asia dan Eropa.

Mereka juga menjalankan CK Asset Holdings Ltd, salah satu pengembang terbesar di Hong Kong dan juga memiliki investasi di hotel, utilitas, dan penyewaan pesawat. Kedua perusahaan tersebut kini dipimpin oleh putra sulung Li, Victor.

Putra bungsu Li, Richard, telah mengumpulkan sekitar US$900 juta melalui dua SPAC yang terdaftar di AS dengan maestro teknologi Peter Thiel.

Richard Li sedang mempertimbangkan untuk mendirikan perusahaan cek kosong ketiga, Bloomberg melaporkan pekan lalu. Belum ada keputusan akhir yang dibuat, dan detail transaksi dapat berubah, kata orang-orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti hong kong li ka-shing
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top