Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Rumah Akhir Pekan di Hong Kong Tertinggi dalam 8 Tahun

Bisnis perumahan di Hong Kong menunjukkan tren membaik dengan penjualan pada akhir pekan meningkat hingga di level tertinggi dalam 8 tahun.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  21:54 WIB
Bangunan residensial di Hong Kong./Bloomberg - Justin Chin
Bangunan residensial di Hong Kong./Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti Hong Kong menunjukkan tanda-tanda kekuatan, dengan penjualan rumah akhir pekan mencapai level tertinggi dalam 8 tahun terakhir.

Sebanyak 10 perumahan terbesar yang dilacak oleh Centaline Property Agency Ltd mencatat 37 transaksi pada akhir pekan lalu, jumlah yang tidak terlihat sejak 2013, menurut perusahaan itu.

Pandemi yang dapat distabilkan mesti tetap tak pergi, tindakan pelonggaran jarak sosial, dan vaksinasi Covid-19 yang segera direalisasikan, meningkatkan kepercayaan pembeli di pasar perumahan, kata Louis Chan, CEO divisi perumahan Centaline lewat surel.

Meskipun mengalami pukulan ganda dari protes atas UU Kemanan nasional baru dan virus mematikan dalam setahun terakhir, pasar perumahan kota tetap tangguh. Nilai rumah bekas turun hanya 1,5 persen pada 14 Februari yoy, data Centaline menunjukkan.

Pasar properti telah melihat rekor harga baru baru-baru ini. Pekan lalu, CK Asset Holdings Ltd melepas apartemen mewah seharga US$59 juta yang menjadi flat termahal di Asia.

Awal bulan ini, konsorsium yang dipimpin oleh Wharf Holdings Ltd. memenangkan sebidang tanah perumahan kelas atas dengan harga tertinggi di Hong Kong.

Namun, sentimen positif tidak tecermin dalam perekonomian yang lebih luas. Produk domestik bruto Hong Kong menyusut rekor 6,1 persen pada 2020.

Tingkat pengangguran meningkat pada Januari ke level tertinggi dalam lebih dari 16 tahun, demikian data terbaru versi pemerintah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top