Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Perumahan di Hong Kong Tahan Banting, Harga Naik Tipis

Harga rumah nonpemerintah di Hong Kong naik tipis sepanjang 2020 menunjukkan bahwa hunian di wilayah khusus China itu tahan banting.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  14:17 WIB
Residensial vertikal di Hong Kong.  -  Bloomberg
Residensial vertikal di Hong Kong. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah nonpemerintah di Hong Kong, di antara yang termahal di dunia, sedikit naik pada 2020 di tengah pandemi virus corona, hampir tidak memperpanjang kenaikan sejak 2009.

Menurut data indeks properti awal, harga sedikit tumbuh tahun lalu, dengan indeks pada Desember di 379,3 versus 379,2 untuk 2019.

Harga rumah di pusat keuangan Asia itu tahan banting meskipun ada kerusuhan sosial pada 2019 dan wabah Covid-19 pada 2020, didukung oleh permintaan yang kuat dan suku bunga rendah.

Namun, harga turun 0,4 persen pada Desember, penurunan bulan ketiga berturut-turut dibandingkan dengan penurunan 0,2 persen yang direvisi pada November.

Agen properti umumnya memperkirakan harga terus melemah pada paruh pertama tahun ini menunggu vaksinasi virus corona tersedia secara luas.

Di luar itu, konsultan properti Savills dan Colliers International sama-sama memprediksi kenaikan harga hingga 5 persen di pasar perumahan massal selama setahun ke depan.

Savills mengatakan faktor-faktor positif jangka panjang seperti likuiditas yang melimpah dan suku bunga riil yang rendah yang mendukung permintaan cenderung lebih besar daripada faktor-faktor negatif jangka pendek, termasuk peningkatan pengangguran.

Pengembang properti meningkatkan peluncuran baru produk mereka memasuki 2021, sejauh ini menjual lebih dari 1.000 flat baru pada Januari ini, sekitar 80 persen lebih banyak daripada pada Desember 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti hong kong

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top