Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertumbuhan Ekonomi Minus Pertama Kali Sejak 1998. BPS: Indonesia Tak Sendiri

beberapa negara yang mengalami kontraksi yaitu Amerika Serikat 3,5 persen, Uni Eropa 6,4 persen, Hongkok 6,1 persen, dan Korea Selatan 1 persen. Negara tetangga Singapura juga mengalami tumbuh negatif yang cukup dalam sebesar 5,8 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  12:27 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Minus Pertama Kali Sejak 1998. BPS: Indonesia Tak Sendiri
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2 - 2019). Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengumumkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020 minus 2,07 persen. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utamanya.

“Kita melihat bagaimana buruknya pandemi ke seluruh perekonomian. Dengan demikian sejak 1998, ini pertama kalinya Indonesia mengalami kontraksi,” katanya melalui konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Tahun 1998, jelas Suhariyanto, Indonesia pertumbuhan Indonesia minus karena krisis moneter. Sedangkan tahun lalu akibat Covid-19.

Sejak 2016, Tanah Air selalu tumbuh di atas 5 persen. Secara berturut-turut hingga 2019 yaitu 5,03 persen, 5,07 persen, 5,17 persen, dan 5,02 persen.

“Namun Indonesia tidak sendiri. Banyak negara yang mengalami kontraksi. Terkecuali Vientam dan Tiongkok,” jelasnya.

BPS mencatat berdasarkan badan statistik dari masing-masing negara, Tiongkok tahun lalu tumbuh 2,3 persen. Vietnam positif 2,9 persen.

Sementara itu, beberapa negara yang mengalami kontraksi yaitu Amerika Serikat 3,5 persen, Uni Eropa 6,4 persen, Hongkok 6,1 persen, dan Korea Selatan 1 persen. Negara tetangga Singapura juga mengalami tumbuh negatif yang cukup dalam sebesar 5,8 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS ekonomi indonesia pdb indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top