Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Proyek di Indonesia, Roatex Akan Bentuk Badan Usaha

Roatex harus membentuk badan usaha di dalam negeri selambatnya akhir Februari 2021. 
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  18:07 WIB
PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kembali memberlakukan penyesuaian tarif baru untuk Jalur Tol Ujung Pandang seksi I dan II. Tarif baru tersebut secara resmi mulai berlaku pada 31 Januari 2020 dengan kenaikan rerata sebesar 7,08 persen - Bisnis/Paulus Tandi Bone
PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kembali memberlakukan penyesuaian tarif baru untuk Jalur Tol Ujung Pandang seksi I dan II. Tarif baru tersebut secara resmi mulai berlaku pada 31 Januari 2020 dengan kenaikan rerata sebesar 7,08 persen - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Roatex Ltd. akan membentuk usaha di dalam negeri untuk mengerjakan proyek konstruksi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh (TTNN) berbasis multi-lane free flow (MLFF). Pembentukan badan usaha tersebut ditargetkan rampung pada kuartal I/2021.

Chief Representative Roatex Musfihin Dahlan mengatakan pihaknya diberikan waktu 30 hari untuk membentuk badan usaha di dalam negeri setelah ditetapkan sebagai pemenang proyek. Dengan kata lain, Roatex harus membangun badan usaha di dalam negeri selambatnya akhir Februari 2021. 

"Karena Roatex yang ditunjuk sebagai pemenang, tentu Roatex membentuk badan pelaksana yang 100 persen Roatex. Sebelumnya, Roatex Hungaria, nanti jadi domisilinya ada di Indonesia dan berbadan hukum di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (29/1/2021). 

Setelah pembentukan badan usaha, Roatex diberi waktu sekitar 40 hari untuk menyelesaikan perjanjian konsesi dengan Badan Pengatur Jalan Tol. 

Menurutnya, kecepatan mulainya proses konstruksi ditentukan pada pembahasan perjanjian konsesi tersebut. 

Musfihin menyampaikan pihaknya diberikan waktu selama 12 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Musfihin berujar teknologi MLFF tersebut paling cepat dapat diimplementasikan pada awal 2022.

Menurutnya, pengerjaan konstruksi sistem TTNN berbasis MLFF paling cepat dimulai pada Juli—Agustus 2021. Adapun, lanjutnya, pengujian sistem tersebut secepatnya akan dilakukan pada kuartal I/2022. 

Jika berjalan lancar, Musfihin menyatakan implementasi sistem TTNN dapat mencapai 50 persen pada medio 2022.

Dia menargetkan teknologi TTNN berbasis MLFF dapat diimplementasikan secara penuh di seluruh jalan tol di Jawa-Bali pada akhir 2022. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tarif tol
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top