Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Targetkan Kelompok Miskin Kronis Jadi Nol Persen pada 2024

Saat ini angka kelompok miskin kronis atau ekstreme poverty di Indonesia masih berada pada kisaran 2,5 - 3 persen dari total penduduk.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  12:20 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penurunan angka kelompok miskin kronis mencapai angka 0 persen pada 2024.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa saat ini angka kelompok miskin kronis atau ekstreme poverty masih berada pada kisaran 2,5 - 3 persen dari total penduduk.

Extreme poverty kita 2,5 - 3 persen tadi disampaikan Presiden sampai 2024 ditargetkan bisa sampai 0 persen,” kata Suharso saat konferensi pers virtual di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

Lebih lanjut, strategi yang digunakan pemerintah adalah dengan memperketat penyaluran bantuan sosial ke kelompok sasaran yang masuk dalam daftar rentan dan miskin kronis. Upaya ini diyakini akan mampu menurunkan kemiskinan.

“Kita tahu selain bantuan sosial pemerintah juga menyediakan bantuan iuran yaitu untuk kelompok-kelompok masyakat yang rentan dan berklasifikasi miskin dan sangat miskin," ujarnya.

Dia mengungkapkan perlindungan sosial dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan terutama pada tingkat yang paling bawah yaitu extreme poverty yang saat ini masih berkisar 2,5 - 3 persen.

Sementara itu, Presiden juga memerintahkan Bappenas untuk menyusun ulang sistem perlindungan sosial saat ini. Suharso Monoarfa mengatakan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan sistem yang ada agar penyaluran program perlindungan sosial berjalan efektif. Salah satu yang disoroti mengenai digital base.

“Pertama ketepatan data dengan digital base sehingga panyampaian dan tingkat akurasinya tinggi. Kedua kita akan membuat sedemikian rupa beberapa program bantuan sosial yang selama ini berada di berbagai kementerian dan lembaga akan kita coba susun kembali agar menjadi efektif dan bisa kita padukan," paparnya.

Lebih lanjut, Bappenas juga akan menguji kembali program bansos di berbagai kementerian lembaga. Langkah awal dalam pengujian tersebut adalah mengetahui efektivitas penyaluran bansos dan jaminan sosial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bappenas kemiskinan bansos perlindungan sosial
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top