Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peningkatan Dana Perumahan MBR Bawa Optimisme Bisnis Properti 2021

Pengembang menilai peningkatan dana pembiayaan perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah merupakan angin segara bagi bisnis properti tahun depan di tengah kondisi yang belum pasti akibat pandemi virus corona jenis Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  19:08 WIB
Pembangunan perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat./Antara - Yulius Satria Wijaya
Pembangunan perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat./Antara - Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan anggaran perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilai membawa optimisme sektor properti tahun depan.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi Perbankan & Pembiayaan DPP Realestat Indonesia (REI) Umar Husin mengatakan pihaknya tetap optimistis sektor properti tahun depan akan membaik meskipun dampak covid selama 2020 ini sangat besar bagi setiap industri.

"Tahun 2021 kami tetap opsitimis hal-hal terbaik, karena pemerintah pada 2021 menaikkan anggaran pembiayaan rumah subsidi 157.500 unit. Itu menurut kami signifikan, tahun 2020 hanya 100.000 unit saja," ujarnya pada Jumat (25/12/2020).

Optimisme juga dikarenakan adanya vaksin yang akan dilaksanakan yang menyebabkan situasi ekonomi bangkit.

Menurutnya, dalam situasi normal, optimisme 2021 akan bagus dalam situasi normal sangat bagus prospeknya dari segi suplai dan demand. Pasalnya, saat ini, demand lebih tinggi dari suplai sehingga pengembang keteteran.

"Sekarang suplainya sedikit. Kalau tahun depan situasinya membaik, suplainya akan seimbang. Lalu juga SMF [PT Sarana Multigriya Finansial] tahun depan berencana membiayai perumahan," tutur Umar.

Sepanjang tahun ini bisnis properti mengalami tekanan hebat terutama akibat pandemi Covid-19. Meski demikian,, perumahan tapak terbukti masih menjadi subsektor properti yang paling tahan banting.

Di tengah, kondisi bisnis properti yang tertekan, perumahan tapak menjadi pilihan bagi pengembang untuk tetap menjaga cash flow sambil “akrobat” melakukan berbagai gimmick agar penjualan tetap berjalan dalam kondisi buyer’s market.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top