Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKEA Tak Lagi Terbitkan Buku Katalog

IKEA merasa buku katalog tak lagi relevan dan biaya cetak lebih baik dialihkan ke konten digital (termasuk katalog digital) dan pemasaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  08:26 WIB
Gerai IKEA Alam Sutea. - hero.co.id
Gerai IKEA Alam Sutea. - hero.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan furnitur raksasa dunia IKEA memutuskan untuk mengakhiri penerbitan buku katalognya sehingga calon pembeli tak akan lagi bisa memegang buku katalog sambil berbelanja di IKEA.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, IKEA mengakhiri publikasi yang sudah berusia 70 tahun tersebut karena perubahan gaya belanja masyarakat. Karena kebanyakan pembeli sekarang beralih ke e-commerce, IKEA merasa buku katalog tak lagi relevan dan biaya cetak lebih baik dialihkan ke konten digital (termasuk katalog digital) dan pemasaran.

"Jumlah cetakan pun sudah berkurang. Namun, kami juga melihat kalau pembeli produk kami sekarang lebih sering menggunakan website, aplikasi, dan media sosial. Minat terhadap katalog sudah berkurang," ujar Managing Director Inter IKEA Group Konrad Gruss, Senin (7/12/2020).

Gruss yang merupakan karyawan senior di IKEA bisa memahami betapa beratnya meghentikan publikasi katalog IKEA. Menurutnya, katalog adalah bagian besar dan identik dari IKEA selama puluhan tahun, tetapi waktu sudah berubah banyak.

Edisi pertama buku katalog IKEA terbit pada tahun 1951. Sampul depannya menampilkan kursi MK Wing Chair. Kala itu, buku katalog tersebut dicetak sebanyak 285.000 kopi dan didstribusikan ke Swedia selatan. Sebagai perbandingan, edisi terakhir katalog IKEA yang diterbitkan tahun ini dicetak 40 juta kopi.

Capaian tertinggi untuk publikasi katalog IKEA terjadi pada 2016. Pada tahun tersebut, IKEA mencetak hingga 200 juta kopi katalog dan disebarkan ke 50 negara. Setelah itu, IKEA tak pernah lagi mencetak angka publikasi yang sama atau bahkan mendekati.

Katalog IKEA pun juga pernah memicu kontroversi. Pada 2012, IKEA mengedit keberadaan perempuan di dalam katalog IKEA untuk wilayah Arab Saudi. Hal itu menimbulkan anggapan bahwa IKEA tidak mendukung keseteraan gender.

"Katalog tersebut sudah menjadi bagian penting dari perjalanan kami," ujar Gruss.

Gruss menambahkan bahwa penerbitan buku katalog IKEA selalu dianggarkan tiap tahunnya dan akan ada penyesuaian untuk rencana anggaran berikutnya karena penghentian publikasi katalog. Gruss tak mau menyebut nilai anggaran.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

furnitur ikea

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top