Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UU Ciptaker Diklaim Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income

UU Cipta Kerja bisa membuat Indonesia naik kelas dan mempertahankannya. Industri tidak akan terus bergerak pada ekspor sumber daya alam (SDA) sehingga tidak berpengaruh pada harga komoditas yang berfluktuasi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 November 2020  |  11:29 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Persekonomian Iskandar Simorangkir membuka Forum Digital Indonesia-Australia, di Jakarta, Rabu (31/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Persekonomian Iskandar Simorangkir membuka Forum Digital Indonesia-Australia, di Jakarta, Rabu (31/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah menyerap aspirasi implementasi Undang-Undang (UU) 11 /2020 tentang Cipta Kerja. Presiden Joko Widodo menargetkan 40 aturan turunan itu kelar dalam satu bulan.

Aturan turunan ini merupakan satu kesatuan untuk mempermudah investasi seperti tujuan awal UU dibentuk.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa regulasi tersebut juga bisa menjadi lompatan agar Indonesia menjadi negara besar di tengah Covid-19.

“World Bank bilang UU Cipta Kerja merupakan reformasi dalam ease of doing business. UU ini sangat progresif dalam 40 terakhir sejarah indonesia,” katanya pada sambutan menyerap aspirasi aturan turunan yang disiarkan virtual, Jumat (27/11/2020).

Iskandar menjelaskan bahwa Indonesia memiliki tantangan kesenjangan tabungan dan investasi atau saving investment gap yang negatif. Artinya, tabungan lebih rendah dari investasi yang ada selama ini.

Karena tabungan terbatas, mau tidak mau butuh penanaman modal untuk membangun negara. Di sisi lain industri di Indonesia terbatas karena investor yang masuk sedikit diakibatkan iklim yang tidak ramah.

Dampaknya saat terjadi tekanan terhadap nilai tukar tambah Iskandar, semua kelimpungan. Ini berulang terus-menerus.

“Apa kita mau seperti ini terus? Kalau fungsi produksi sama, maka tidak terangkat suatu negara. Artinya, kita terus terjebak di pendapatan kelas menengah,” jelasnya.

Iskandar menuturkan bahwa UU Cipta Kerja bisa membuat Indonesia naik kelas dan mempertahankannya. Industri tidak akan terus bergerak pada ekspor sumber daya alam (SDA) sehingga tidak berpengaruh pada harga komoditas yang berfluktuasi.

Ini terlihat peran kiriman luar negeri produk manufaktur terhadap total ekspor Indonesia hanya 49,5 persen. Jauh sekali jika dibandingkan dengan Vietnam yang mencapai 85,5 persen.

“Ini karena basis industri kita tidak kuat. Kita tidak menglelola SDA. Ini karena industri kita mengalami hambatan dari izin dan regulasi. UU Cipta Kerja ini langkah yang berani,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

middle income trap kemenko perekonomian cipta kerja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top