Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Budi Diminta Kampanye Bus Bebas Covid-19

Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) berharap Menhub Budi mengkampanyekan keamanan angkutan darat dari Covid-19 seperti yang dilakukan terhadap moda lain.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:29 WIB
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Otobus (PO) masih menantikan komitmen pemerintah untuk turut mengkampanyekan aman dan selamat dari penularan Covid-19. Pasalnya, okupansi penumpang masih minim, padahal penerapan protokol kesehatan diklaim sudah cukup ketat.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan meminta komitmen pemerintah tersebut. Pemerintah dinilai sudah cukup baik mengkampanyekan keamanan dari Covid-19 di moda angkutan lain tetapi tidak di angkutan darat penumpang.

"Jujur saja kami saat ini menantikan ketegasan pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk memberi pernyataan yang meyakinkan masyarakat kalau angkutan umum darat itu aman," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, apapun yang dilakukan oleh pengusaha otobus kalau masyarakatnya sendiri tidak percaya dan tidak diyakinkan oleh pemerintah akan percuma saja.

Dari sisi operator angkutan darat terangnya, sudah meningkatkan pengawasan penerapan 3M dan Imun, Iman, Aman pada awak kendaraan dan kendaraannya sendiri.

" Sejauh ini awak kendaraan hampir tidak ada yang terpapar Covid-19, karena masing-masing manajemen operator mengawasi lebih ketat untuk penerapan standar kesehatan penumpang selama dalam perjalanan," urainya.

Sani mengungkapkan anggotanya para pengusaha bus mengalami kondisi yang kurang begitu menyenangkan. Ketika libur panjang biasa menjadi musim puncak, tetapi tidak dengan libur panjang kali ini.

"Penumpang bus lengang, tidak ada lonjakan, teman-teman AKAP Jakarta - Jawa Tengah - Jawa Timur juga tidak ada lonjakan," ujarnya.

Dia menjelaskan memasuki bulan ketujuh pandemi Covid-19, pelaku usaha angkutan darat masih berjuang dengan nafas yang sudah di ujung paru.

Okupansi angkutan oleh pemerintah dibatasi hingga 70 persen, sementara faktanya, okupansi rata-rata terutama bus AKAP, hanya 25 persen dari kapasitas bus. Artinya, ketika beroperasi pun sulit mendapatkan balik modal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Kemenhub bus
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top