Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Harga Rumah Baru di China Melambat

Pertumbuhan harga rumah baru di China daratan pada Oktober melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Langkah-langkah pengetatan yang diberlakukan oleh banyak kota mulai memberikan tekanan pada pertumbuhan harga rumah.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 17 November 2020  |  17:29 WIB
Residensial vertikal di Tianjin, China. - Bloomberg
Residensial vertikal di Tianjin, China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah baru China tumbuh dengan kecepatan bulanan yang lebih lambat pada Oktober, karena banyak pengembang memangkas harga untuk mempromosikan penjualan di tengah pengawasan ketat pemerintah terhadap pinjaman.

Rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar naik 0,2 persen pada Oktober dibandingkan dengan September, tingkat pertumbuhan bulanan paling lambat sejak Maret dan turun dari pertumbuhan 0,4 persen bulan sebelumnya, menurut perhitungan Reuters yang dikutip The Business Times, berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS).

Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, harga rumah naik 4,3 persen pada Oktober, sedikit berkurang dari pertumbuhan September 4,6 persen.

Zhang Dawei, analis dari agen properti Centaline yang berbasis di Beijing, mengatakan langkah-langkah pengetatan yang diberlakukan oleh banyak kota mulai memberikan tekanan pada pertumbuhan harga rumah, terutama karena beberapa telah meluncurkan pembatasan harga pada proyek rumah baru.

Kampanye promosi penjualan di tengah meningkatnya pasokan perumahan selama musim puncak tradisional juga membebani harga.

Pasar properti besar China pulih dengan cepat dari krisis virus corona pada awal tahun ini, karena kredit yang lebih murah dan pembatasan pembelian yang lebih longgar di beberapa kota.

Namun, dengan peningkatan penjualan, pembuat kebijakan telah mengambil sikap yang lebih keras sejak awal paruh kedua tahun ini, dengan regulator meningkatkan pengawasan pada aktivitas pembiayaan pengembang dan pembeli untuk mencegah pertumbuhan pinjaman yang merajalela.

Data NBS pada awal pekan ini juga menunjukkan bahwa jumlah kota yang melaporkan kenaikan harga bulanan untuk rumah baru turun menjadi 45 dari 70 dari 55 pada September.

Berbeda dengan data pelemahan harga, investasi real estat Oktober China naik 12,7 persen dari tahun lalu, lebih cepat dari 12 persen pada September dan laju tercepat sejak Juli 2018, menurut perhitungan Reuters yang dikutip The Business Times berdasarkan data NBS.

Penjualan properti berdasarkan luas lantai naik 15,3 persen, tertinggi dalam lebih dari 3 tahun, sementara konstruksi baru mulai berkembang 3,5 persen, meningkat dari penurunan bulan lalu sebesar 1,9 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bisnis properti

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top