Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CapitaLand Perkuat Investasi Properti Ekonomi Baru di China

CapitaLand menandatangani perjanjian untuk divestasi sahamnya di perusahaan yang memiliki lima properti business park dan mal Rock Square di China kepada CRCT, sebagai bagian dari langkah memperkuat investasi mereka di negara tersebut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 16 November 2020  |  14:49 WIB
Logo CapitaLand  -  Bloomberg
Logo CapitaLand - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – CapitaLand, pengembang Singapura yang menggarap sejumlah properti di Indonesia, menargetkan pertumbuhan investasi mereka di China di sektor "ekonomi baru" menjadi Sin$5 miliar (Rp52,49 triliun) selama beberapa tahun ke depan, dari saat ini Sin$1,5 miliar (Rp15,75 triliun).

Ini akan dilakukan dengan memindahkan sebagian modal dari daur ulang aset ke aset ekonomi baru seperti taman bisnis, logistik dan pusat data, raksasa properti itu mengatakan pada Senin (16/11/2020).

CapitaLand mengatakan penyewa dari sektor "ekonomi baru" ini biasanya menikmati "fundamental yang kuat dan lingkungan peraturan yang mendukung".

Sebagai bagian dari daur ulang aktif CapitaLand, CapitaLand Retail China Trust (CRCT) ditunjuk sebagai platform perwalian investasi real estat (Reit) grup untuk aset non-penginapan di China.

CRCT juga akan terus mencari peluang dari pihak ketiga dan memperoleh dari pasar, kata CapitaLand. Seiring dengan waktu, CRCT berencana untuk memiliki bauran portofolio target sebesar 40 persen dalam pengembangan terintegrasi, 30 persen di ritel, dan 30 persen di ekonomi baru.

Sejalan dengan target tersebut, CapitaLand telah menandatangani perjanjian untuk divestasi sahamnya di perusahaan yang memiliki lima properti business park dan mal Rock Square di China kepada CRCT, yang diumumkan pada awal bulan ini.

Lima properti business park terletak di Suzhou, Xian dan Hangzhou, sedangkan Rock Square terletak di Guangzhou. Hal ini menjadikan CRCT akuisisi yang diusulkan menjadi yang terbesar hingga saat ini. Total biaya akuisisi diperkirakan sekitar Sin$ 822,4 juta, kata Reit pada November.

Setelah menyelesaikan kesepakatan yang diusulkan, CapitaLand berencana masuk ke dalam usaha patungan dengan CRCT pada portofolio Ascendas Xinsu di Suzhou, dengan maksud untuk mengekstraksi nilai dari aset yang jatuh tempo ini melalui pembangunan kembali.

CRCT juga mengusulkan awal bulan ini untuk mengakuisisi 80 persen saham di Singapore-Hangzhou Science & Technology Park (SHSTP) Tahap I dan 80 persen saham di SHSTP Tahap II.

CapitaLand menambahkan target ekspansi ini sejalan dengan strategi grup untuk memanfaatkan transformasi ekonomi China yang berfokus pada teknologi, layanan, dan konsumsi domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bisnis properti capitaland

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top