Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Empat Skala Prioritas Investasi yang Tengah Didorong Pemerintah

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa fokus sektor investasi tersebut adalah alat kesehatan, energi, tambang, dan infrastruktur.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 November 2020  |  14:34 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah memfokuskan investasi yang bisa mendapatkan nilai tambah. Ada empat sektor bakal didorong ke depannya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa fokus sektor investasi tersebut adalah alat kesehatan, energi, tambang, dan infrastruktur.

“Kenapa kesehatan? Karena 90 persen kebutuhan kita adalah impor baik itu alat dan obat. Covid-19 membuka mata kita bahwa kedaulatan bangsa kita menyiapkan bahan baku tidak maksimal,” katanya melalui sambutan daring, Senin (16/11/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa energi akan difokuskan pada baru dan terbarukan. Pembangkit listrik dari batu bara akan dikurangi sehingga energi ramah lingkungan bisa dimaksimalkan dan harus di atas 20 persen dari total produksi.

Terkait infrastruktur, tambah Bahlil, ini sudah menjadi prioritas Presiden Joko Widodo sejak menjadi kepala negara di periode pertama. Sektor tersebut akan dilanjutkan untuk menarik investor.

Kemudian pertambangan menjadi fokus pemerintah karena Jokowi ingin adanya hilirisasi. Ini juga berfungsi menggeliatkan industri dalam negeri.

“Sumber daya alam seperti hutan makin sedikit. Produksi emas juga menurun. Oleh karena itu hilirisasi harus diutamakan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top