Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Terinfeksi Resesi, Neraca Dagang Oktober Diproyeksi Surplus Lagi

Berdasarkan konsensus Bloomberg, seluruh ekonom memperkirakan neraca dagang pada bulan lalu mencatatkan surplus, dengan estimasi atas US$4,02 miliar, estimasi bawah US$1,80 miliar, dan estimasi rata-rata sebesar US$2,33 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 November 2020  |  09:27 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom memperkirakan neraca perdagangan pada Oktober 2020 akan mencetak surplus dikarenakan kinerja impor yang masih tertekan sangat dalam dibandingkan dengan kinerja ekspor.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, seluruh ekonom memperkirakan neraca dagang pada bulan lalu mencatatkan surplus, dengan estimasi atas US$4,02 miliar, estimasi bawah US$1,80 miliar, dan estimasi rata-rata sebesar US$2,33 miliar.

Kepala Ekonom Bank Mandiri memperkirakan neraca dagang pada periode laporan ini akan mencatatkan surplus sebesar US$2,33 miliar.

Menurutnya, impor masih akan tertekan sangat dalam sebesar -17,21 persen secara tahunan, sementara impor terkontraksi sebesar -2,25 persen secara tahunan.

"Surplus neraca dagang diperkirakan US$2,33 miliar," katanya kepada Bisnis, Senin (16/11/2020).

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis Eric Alexander Sugandi memperkirakan neraca perdagangan kembali mengalami surplus sebesar US$2,2 miliar pada Oktober 2020.

"IKS memperkirakan nilai total ekspor sebesar US$14,4 miliar dan nilai total impor sebesar US$12,2 miliar," jelasnya.

Menurut Eric, kenaikan ekspor terutama didorong oleh kenaikan ekspor nonmigas ke negara-negara tujuan ekspor Indonesia.

Sementara, kenaikan impor didorong oleh peningkatan permintaan impor bahan baku dan barang modal oleh industri-industri di dalam negeri berkaitan dengan peningkatan aktivitas produksi.

Adapun, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 5 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Hal ini menyebabkan pada pada periode Januari-September 2020, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$13,51 miliar.

Pada periode September 2020, BPS mencatat ekspor industri mulai bergerak. Impor bahan baku dan barang modal juga mulai bergerak naik pada bulan September. Secara kumulatif, total ekspor pada periode Januari-September mencapai US$117,19 miliar.

Di sisi impor, nilai kumulatif pada periode Januari-September 2020 mencapai US$103,68 miliar, turun 18,15 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan Resesi surplus perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top