Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surplus Neraca Dagang Diproyeksi Bisa Pecah Rekor di Akhir Tahun

Pandemi membuat surplus neraca perdagangan lebih baik. Akan tetapi ini bukan menunjukkan hal yang positif. Penyebabnya surplus terjadi bukan karena ekspor yang meningkat, tapi anjloknya impor.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 September 2020  |  16:33 WIB
Terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside
Terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus mengalami surplus sebesar US$2,33 miliar, sehingga posisi secara tahun kalender mencapai US$11,05 miliar.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal menilai neraca yang positif ini meningkat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Terakhir pada 2017 totalnya US$11,8 miliar. Ini baru sampai Agustus sudah US$11,05 miliar. Artinya sampai akhir tahun akan pecah rekor di atas US$12 miliar,” katanya pada diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

Faisal menjelaskan bahwa pandemi membuat surplus neraca perdagangan lebih baik. Akan tetapi ini bukan menunjukkan hal yang positif.

Penyebabnya surplus terjadi bukan karena ekspor yang meningkat, tapi anjloknya impor. Baginya, kondisi ini tidak sehat.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Faisal menerangkan bahwa lesunya impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal. Padahal, ini adalah untuk produktivitas industri dalam negeri.

“Kalau ini terkontraksi, maka kegiatan produksi dalam negeri mengalami kelesuan,” jelasnya.

BPS mencatat neraca dagang pada Agustus terjadi surplus US$2,33 miliar. Rinciannya, ekspor US$13,07 miliar sementara impor US$10,74 miliar. Surplus pada Agustus 2020 lebih besar dari tahun lalu sebesar US$0,93 miliar tapi turun dari Juli US$3,24 miliar.

Akan tetapi dilihat dari jumlahnya, ekspor dan impor mengalami penurunan. Agustus tahun ini, ekspor tercatat US$13,07 miliar dan impor US$10,74. Sedangkan pada 2019, ekspor mencapai US$14,26 miliar dan impor sebesar US$14,17 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan surplus perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top