Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Resmi Resesi, Apa Bedanya dengan Depresi?

Pada kuartal III pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi -3,49 persen secara tahunan. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen yoy.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 06 November 2020  |  17:03 WIB
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Indonesia telah resmi masuk ke zona resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kinerja pada kuartal III/2020.

Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi -3,49 persen secara tahunan. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen yoy.

Setelah dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan PDB mencatatkan negatif, maka ekonomi suatu negara disebut resesi.

Selain ekonomi terkontraksi dua kuartal berturut-turut, apa tanda lain dari resesi?

Bisnis merangkum berbagai sumber tentang pengertian resesi ekonomi.

Dikutip dari Merriam Webster, resesi ekonomi adalah penurunan tren di siklus bisnis, salah satunya ditandai dengan adanya penurunan produksi dan tenaga kerja.

Tren ini menekan pendapatan dan belanja rumah tangga yang memicu penundaan investasi atau pembelian barang di sisi bisnis dan rumah tangga. Resesi dapat terbatas secara geografis, misalnya hanya terjadi di satu negara saja.

Jika dilihat secara teknikal, resesi ditandai dengan penurunan angka produk domestik bruto (PDB) ke teritori minus atau mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Contoh kasus resesi di dunia a.l. krisis sub-prime mortgage 2008 dan krisis Yunani.

Dilansir dari The Economic Times pada Kamis (5/11/2020), resesi adalah perlambatan atau kontraksi besar-besaran dalam kegiatan ekonomi. Penurunan pengeluaran yang signifikan umumnya mengarah pada resesi.

Ada beberapa indikator yang menunjukkan tanda-tanda resesi, misalnya banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan, perusahaan menghasilkan lebih sedikit penjualan, terakhir pengeluaran (output) ekonomi negara secara keseluruhan mengalami penurunan.

Lalu, apa perbedaan dengan depresi?

Menurut Merriam Webster, depresi adalah penurunan signifikan di dalam siklus bisnis. Penurunan ini lebih parah dan dalam dibandingkan dengan siklus di dalam resesi.

Depresi dapat dikatakan sebagai resesi dalam siklus yang panjang. Depresi ekonomi ditandai dengan merebaknya jumlah pengangguran, penurunan serius di sektor konstruksi dan penurunan tajam di perdagangan internasional dan pergerakan aliran modal.

Depresi menjangkau wilayah yang lebih luas dalam tatanan global. Tanda-tanda depresi adalah ketika angka PDB terkontraksi hingga 10 persen lebih.

Contoh kondisi depresi, yaitu Great Depression pada tahun 1930-an dan Long Depression pada 1870-1890-an.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps Pertumbuhan Ekonomi Resesi ekonomi indonesia Depresi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top